Headline.co.id, Bandung ~ Sebuah gerakan lingkungan yang digagas oleh anak muda, Pandawara Group, menunjukkan bahwa aksi kolektif dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah sampah di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh perwakilan Pandawara Group, Mochamad Agung Permana, dalam acara Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara dengan tema “#GaskeunJagaInfo: Kolaborasi Ala Muda, Bela Negara Ala Bandung” yang berlangsung di Kota Bandung pada Kamis (23/4/2026).
Mochamad Agung Permana menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi masalah serius terkait sampah. Sekitar 39 persen atau setara 22 juta ton sampah per tahun belum terkelola dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan melalui pembuangan ilegal maupun ke badan air. “Pandawara tidak hadir untuk membersihkan Indonesia sendirian, tetapi untuk menyadarkan masyarakat agar kita bisa mengubah perilaku dan membersihkan Indonesia bersama-sama,” kata Agung.
Gerakan ini telah menginspirasi lebih dari 40 komunitas di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke negara lain seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Melalui pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan platform digital, Pandawara menjadi contoh bagaimana generasi muda mampu mengubah aksi sederhana menjadi gerakan besar yang berdampak nyata.
Pandawara merupakan gerakan yang lahir dari inisiatif lima anak muda di Bandung yang berangkat dari pengalaman pribadi menghadapi banjir akibat sampah. Mereka kemudian melakukan aksi bersih-bersih secara mandiri yang berkembang menjadi gerakan nasional. Melalui pemanfaatan media sosial, aksi mereka menjadi viral dan berhasil menarik perhatian publik secara luas.
Dari sana, gerakan ini terus berkembang dengan melibatkan ribuan relawan dalam berbagai aksi bersih-bersih di sungai, pantai, dan ruang publik. Tidak hanya fokus pada aksi, Pandawara juga mengembangkan pendekatan berkelanjutan melalui edukasi, kampanye kesadaran, penguatan infrastruktur, serta pemberdayaan komunitas lokal.



















