Headline.co.id, Satuan Tugas Pangan Polda Papua Mengimbau Para Pedagang Agar Tidak Menimbun Dan Menaikkan Harga Minyak Goreng Bersubsidi ~ terutama merek MinyaKita, yang dapat menyebabkan kelangkaan. Tim Satgas Pangan Polda Papua melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng bersubsidi tetap terjaga. “Kami meminta pedagang untuk tidak menyimpan barang agar tidak terjadi kelangkaan,” ujar Kasatgas Pangan Polda Papua Kombes Pol. Rama Samtama Putra di Jayapura, Jumat (12/6/26).
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa persediaan minyak goreng bersubsidi aman dengan harga jual yang bervariasi. Pedagang yang bekerja sama dengan Bulog menjual minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 15.700 per liter, sedangkan di luar itu harga bisa mencapai Rp 20.000 per liter. Persediaan minyak goreng merek MinyaKita di Jayapura juga terpantau aman karena Bulog telah memasok 90.000 liter.
Fatimah, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pasar Hamadi, menyatakan bahwa tidak semua pedagang menjual minyak goreng merek MinyaKita sesuai HET. Sebagian besar menjual dengan harga Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per liter. Ia juga menambahkan bahwa pedagang yang menjual sesuai HET memberlakukan pembatasan pembelian, yaitu setiap pembeli hanya dapat membeli dua liter minyak goreng. Fatimah mengaku tinggal di kawasan Argapura, Jayapura.





















