Headline.co.id, Jakarta ~ Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyampaikan tujuh instruksi khusus dari Menteri Dalam Negeri dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Aceh Tahun 2027. Acara ini berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Kamis (23/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal memulai arahannya dengan mengutip filosofi militer dari tokoh legendaris Tiongkok, Sun Tzu: “Know yourself, know your enemy. A thousand battles, a thousand victories.” Ia menekankan pentingnya mengenali diri dan musuh dalam strategi pembangunan. Strategi ini sebelumnya terbukti efektif ketika Safrizal menjabat sebagai Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada 2023 hingga 2024, di mana ia berhasil menurunkan inflasi dari yang tertinggi menjadi terendah secara nasional.
Safrizal juga mengajak Pemerintah Aceh untuk mengenali potensi diri melalui bonus demografi. Dengan usia produktif mencapai 64,16 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 76,23, Aceh dinilai memiliki modal besar untuk melakukan transformasi ekonomi dan hilirisasi industri.
Dalam tujuh arahan dari Menteri Dalam Negeri yang disampaikannya, Safrizal menekankan agar penurunan stunting menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi Kepala Daerah. Ia juga mendorong penguatan kemandirian fiskal melalui digitalisasi pajak agar Aceh tidak terus bergantung pada dana transfer dari pusat.
Instruksi lainnya mencakup percepatan belanja daerah sejak awal tahun, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana, serta penyelarasan program daerah dengan visi nasional Astacita. Safrizal juga mengingatkan agar Aceh mulai menyiapkan skema pembiayaan alternatif dalam menghadapi transisi penurunan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh dan dihadiri oleh pejabat dari berbagai unsur. Selain pemerintah pusat seperti Kementerian Dalam Negeri, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, hadir pula tokoh daerah seperti Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, DPR Aceh, para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta para Bupati dan Wali Kota se-Aceh.
Acara yang dibuka oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, ini juga dihadiri oleh perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pers, menjadikannya sebuah forum kolaborasi lintas sektoral untuk merumuskan draf final pembangunan Aceh 2027 yang lebih tangguh dan tepat sasaran.




















