Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-62, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keutuhan rumah tangga dan mendukung karier suami. Pernyataan ini disampaikan oleh Idah saat memberikan arahan di acara yang berlangsung di halaman Kantor PPPA-Pemdes, Kota Gorontalo, pada Selasa (21/4/2026).
Di hadapan sekitar 150 peserta perempuan, Idah menegaskan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam menciptakan harmonisasi keluarga. Sebagai pendamping yang dipilih secara sadar, seorang istri diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap profesi suami, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. “Perempuan ini, (jika) suami kita pejabat atau ASN, kita harus mampu mendorong dan mendukung karier suami kita. Harapannya, organisasi seperti DWP dapat membina, mengayomi, dan mendidik perempuan untuk tujuan tersebut,” ujar Idah.
Idah juga menyoroti tantangan integritas moral di era digital. Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini dapat meningkatkan risiko gangguan dalam rumah tangga jika tidak dibarengi dengan rasa syukur. Ia mengingatkan para istri agar tidak mudah tergiur oleh perhatian pihak lain hanya karena merasa kurang puas dengan kondisi ekonomi keluarga. “Ada yang kurang bersyukur dengan kondisi suaminya sehingga saat ada seseorang yang memberi sedikit perhatian, langsung berubah (sikap). Padahal yang diberikan suaminya jauh lebih banyak, tapi tidak dihitung. Ini jangan sampai terjadi, suami itu adalah pilihan kita,” tegasnya.
Dari sisi kesejahteraan, Idah menilai wajar apabila seorang istri menuntut perhatian dan nafkah yang layak dari suami. Namun, ia menggarisbawahi bahwa nafkah tersebut harus dikelola secara bijak melalui sistem pengalokasian anggaran untuk kebutuhan prioritas, terutama tabungan pendidikan anak. Selain fokus pada urusan domestik, Idah Syahidah mendorong perempuan Gorontalo untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia berharap perempuan masa kini tidak hanya cakap mengurus rumah tangga, tetapi juga mampu menunjukkan eksistensi dan daya saing di dunia karier formal layaknya laki-laki. (mcgorontaloprov/isam)





















