Headline.co.id, Bogor ~ Jakarta. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menyatakan bahwa penanganan narkotika dan terorisme memerlukan pendekatan yang serupa namun berbeda. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (9/4). Komjen Suyudi menekankan bahwa pengendalian adiksi pada kasus narkotika dan penanganan ideologi pada terorisme adalah pendekatan yang dimaksud.
Komjen Suyudi juga menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks, termasuk penggunaan rokok elektrik. Ia menyebutkan bahwa pencampuran cairan rokok elektrik dengan zat berbahaya seperti etomidate menjadi perhatian serius, terutama karena maraknya penggunaan vape di kalangan generasi muda.
Lebih lanjut, Kepala BNN mengapresiasi pendekatan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada pemberdayaan. Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi kunci agar warga binaan dapat kembali produktif di masyarakat. Ia menegaskan bahwa penguatan sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kejahatan yang semakin kompleks dan lintas sektor.
Sementara itu, Kepala BNPT Eddy Hartono menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Ia juga menyoroti keterkaitan narkotika dan terorisme di tingkat global, yang dikenal sebagai narcoterrorism, termasuk praktik pendanaan terorisme melalui perdagangan narkoba yang telah terjadi di berbagai kawasan maupun dalam sejarah kelompok teroris.
BNPT juga menjalankan program pembinaan narapidana terorisme (napiter) secara bertahap dari risiko tinggi ke menengah, dengan pendekatan yang lebih terbuka namun tetap dalam pengawasan. Program tersebut terintegrasi dengan proses reintegrasi sosial melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, serta pendekatan kepada masyarakat sebelum warga binaan kembali ke lingkungan sosialnya.








