Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan pentingnya transformasi digital melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Meskipun demikian, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat, termasuk komunitas ojek online (ojol). Hal ini disampaikan oleh Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat bertemu dengan perwakilan komunitas ojol Jabodetabek di gedung NTMC Polri, Jakarta, pada 2 Juni dalam acara Polantas Menyapa di Korlantas Polri.
Menurut Irjen Pol. Agus Suryonugroho, penerapan ETLE adalah sebuah keniscayaan di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan akan pengawasan lalu lintas yang lebih modern dan transparan. “ETLE adalah sebuah keniscayaan, tetapi akan memantau perjalanan orang. Ada lompatan teknologi yang kami buat untuk bisa mengawasi masyarakat dan mengawasi pengguna jalan,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama Polri bukanlah untuk memperbanyak penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Sebaliknya, Korlantas ingin membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas secara sukarela. “Mulai saat ini kalau bisa tidak ada yang ditilang. Cukup polisi senyum, Anda sudah tertib. Karena senyum Polantas adalah marka utama,” tambahnya.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan bahwa paradigma pelayanan lalu lintas saat ini telah berubah. Jika sebelumnya pendekatan lebih banyak dilakukan melalui penegakan hukum, kini Polantas mengedepankan komunikasi, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat. “Kami tidak akan pernah merasa bangga ketika melakukan penegakan hukum. Kami bangga kalau bisa bersilaturahmi, berkomunikasi, dan masyarakat menjadi tertib,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga mengajak komunitas ojol untuk menjadi mitra strategis Polri sekaligus role model keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki posisi penting karena setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap para pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengingatkan sesama pengguna jalan yang melakukan pelanggaran. “Kami berharap ojol menjadi role model yang ada di jalan, patuh, tertib, dan taat aturan lalu lintas,” ujarnya.
Selain penguatan ETLE, Korlantas juga tengah menyiapkan sistem komunikasi yang lebih cepat dengan komunitas ojol melalui pengembangan aplikasi khusus. Aplikasi tersebut nantinya diharapkan menjadi sarana koordinasi terkait aspek keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Melalui kombinasi transformasi digital ETLE dan pendekatan humanis, Korlantas berharap dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas sekaligus memperkuat kemitraan dengan komunitas ojol di seluruh Indonesia.





















