Headline.co.id, Gorontalo ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo telah menetapkan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dijadwalkan untuk memastikan data ekonomi yang akurat dan komprehensif, yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Sensus ini merupakan bagian dari upaya BPS untuk mengumpulkan data ekonomi secara menyeluruh di seluruh Indonesia.
Kepala BPS Gorontalo, yang memimpin inisiatif ini, menekankan pentingnya partisipasi aktif dari ASN dalam proses pendataan. “Kami berharap ASN dapat berperan serta secara aktif dalam mendukung kelancaran pelaksanaan sensus ini,” ujarnya. Proses pendataan ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa bulan, dengan target penyelesaian sebelum akhir tahun 2026. BPS Gorontalo telah menyusun jadwal dan tahapan pelaksanaan yang rinci untuk memastikan semua aspek sensus berjalan sesuai rencana.
Selain itu, BPS Gorontalo juga akan mengadakan pelatihan bagi para petugas sensus yang direkrut dari kalangan ASN. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam melakukan pendataan lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap petugas sensus memiliki pemahaman yang baik tentang metode dan teknik pengumpulan data yang benar,” tambah Kepala BPS Gorontalo.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, BPS Gorontalo akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan dan mengatasi kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan sensus. Dengan adanya data yang akurat dan terkini, diharapkan pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.


















