Headline.co.id, Badan Meteorologi ~ Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda beberapa wilayah di Aceh hingga 20 April 2026. Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Informasi tersebut disampaikan melalui surat resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda dengan nomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026, yang diterbitkan di Banda Aceh pada 10 April 2026 dan ditujukan kepada Gubernur Aceh.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa ketidakstabilan cuaca ini disebabkan oleh adanya pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh. “Terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh,” ujar Nasrol pada Jumat, 10 April 2026.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Dampak dari gangguan atmosfer ini tidak hanya memicu hujan, tetapi juga meningkatkan risiko terbentuknya awan hujan dalam skala luas yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah daerah.
Untuk periode 11–15 April 2026, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue. Sementara pada periode 16–20 April 2026, potensi cuaca ekstrem diperkirakan meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. “Informasi ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama,” tegas Nasrol. Masyarakat juga diminta untuk secara berkala memantau informasi resmi melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan kanal media sosial resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca.





















