Headline.co.id, Wakil Menteri Transmigrasi ~ Viva Yoga Mauladi, menyerahkan 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada warga transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (8/4/2026). Penyerahan sertifikat ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi warga melalui sektor pertanian dan peternakan. Acara penyerahan dilakukan secara simbolis dengan didampingi oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Yunus.
Selain penyerahan SHM, Wamentrans juga meresmikan sejumlah proyek infrastruktur senilai Rp4,4 miliar. Proyek tersebut meliputi pembangunan jalan non-status menuju kawasan transmigrasi, gedung balai pertemuan, serta rehabilitasi sekolah. Viva Yoga menegaskan bahwa sertifikat tersebut merupakan landasan hukum yang kuat bagi pemiliknya. Ia mengingatkan warga agar tidak memperjualbelikan lahan tersebut, namun mempersilakan jika ingin dijadikan jaminan modal usaha di perbankan.
“Ada 109 SHM diserahkan, jangan sampai rusak ya, tidak boleh dijual. Pemerintah sudah menyerahkan untuk jadi pedoman dan landasan hukum Bapak/Ibu sekalian. Kalau untuk ‘disekolahkan’ di bank boleh untuk usaha,” ujar Viva Yoga. Ia juga menyatakan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi merupakan salah satu prioritas dalam pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, dengan transmigrasi diproyeksikan menjadi pilar ketahanan pangan nasional.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan komitmennya dalam mendukung ekosistem pertanian di wilayah transmigrasi. Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memprioritaskan distribusi bantuan benih bagi warga transmigran untuk memacu produktivitas lahan. “Kita bikin ekosistem khusus di bidang pertanian. Jadi kalau ada pembagian benih, maka kita khususkan warga transmigrasi,” kata Gusnar.
Gusnar juga mendorong warga untuk merambah sektor peternakan ayam, seiring dengan rencana pembangunan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara melalui kerja sama dengan DANANTARA. Proyek ini nantinya mencakup pabrik pakan, penyediaan bibit ayam (day-old chick), hingga rumah potong hewan yang dikelola secara industrial.
Agenda kunjungan tersebut ditutup dengan sesi dialog Wamentrans dan warga. Sejumlah aspirasi disampaikan oleh masyarakat, mulai dari permohonan percepatan pembangunan infrastruktur desa hingga kejelasan status kepemilikan Lahan Usaha (LU) II yang hingga kini masih dinantikan oleh warga setempat.























