Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Malam Satu Suro Adalah Apa? Ini Sejarah, Makna, Tradisi, dan Pandangan Ulama yang Perlu Dipahami

Hendrawan by Hendrawan
1 hour ago
in Nasional
Reading Time: 11 mins read
394 29
A A
0
Apa itu Malam Satu Suro

Apa itu Malam Satu Suro

Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Malam satu suro adalah tradisi yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat Jawa dan dipandang sebagai momen sakral untuk melakukan introspeksi, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta memohon keselamatan. Tradisi ini diperingati setiap awal bulan Suro dalam kalender Jawa yang berkaitan erat dengan datangnya 1 Muharram dalam kalender Hijriah.

Bagi masyarakat Jawa, malam satu suro adalah bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momentum spiritual yang sarat makna budaya, simbolisme, dan nilai religius. Beragam ritual digelar di berbagai daerah dengan tujuan berbeda, mulai dari kirab pusaka, tirakatan, hingga doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

You might also like

**Caption Gambar:** Kalender Juni 2026 menandai Selasa, 16 Juni 2026 sebagai libur nasional dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Pemerintah menetapkan libur tersebut tanpa cuti bersama, sehingga masyarakat hanya menikmati satu hari libur sebelum kembali beraktivitas pada Rabu, 17 Juni 2026. (Ilustrasi: Headline.co.id)

Besok Libur Apa? Selasa 16 Juni 2026 Libur Nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ini Penjelasan Resminya

15 June 2026
Polda Aceh dan Petani Muda Pidie Kolaborasi Tanam Jagung

Polda Aceh dan Petani Muda Pidie Kolaborasi Tanam Jagung

15 June 2026

Pemahaman mengenai malam satu suro adalah juga berkembang melalui perpaduan tradisi lokal dan ajaran Islam sejak masa Kesultanan Mataram. Namun di balik berbagai mitos yang berkembang, para ulama mengingatkan agar masyarakat tidak meyakini bulan Suro sebagai bulan pembawa kesialan, melainkan sebagai bulan mulia yang sepatutnya diisi dengan amal kebaikan.

Sejarah Malam Satu Suro Berasal dari Penyatuan Kalender Jawa dan Hijriah

Tradisi Malam Satu Suro berakar dari perubahan sistem penanggalan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kesultanan Mataram Islam pada 1613–1645 Masehi.

Saat itu, masyarakat Jawa masih menggunakan Kalender Saka yang dipengaruhi tradisi Hindu. Di sisi lain, kerajaan Islam telah menggunakan kalender Hijriah. Sultan Agung kemudian memadukan keduanya menjadi Kalender Jawa sebagai upaya menyatukan masyarakat yang beragam.

Penyatuan tersebut mulai diberlakukan pada Jumat Legi bulan Jumadil Akhir tahun 1555 Saka atau bertepatan dengan 8 Juli 1633 Masehi. Sejak saat itu, tanggal 1 Suro ditetapkan sebagai awal tahun baru Jawa.

Menurut berbagai literatur sejarah, langkah Sultan Agung bukan hanya bertujuan memperluas syiar Islam, tetapi juga mempererat persatuan masyarakat Jawa yang kala itu memiliki latar belakang keyakinan berbeda.

Asal Usul Nama Suro

Kata “Suro” diyakini berasal dari bahasa Arab, yakni Asyura, yang berarti “sepuluh” atau merujuk pada tanggal 10 Muharram.

Dalam perkembangannya, pelafalan masyarakat Jawa mengubah kata Asyura menjadi Suro hingga akhirnya menjadi nama bulan pertama dalam Kalender Jawa.

Dalam tradisi Islam-Jawa, sepuluh hari pertama bulan Suro dianggap memiliki nilai spiritual yang tinggi. Namun, masyarakat meyakini bahwa kesakralan tersebut lebih banyak dipengaruhi budaya keraton dibanding anggapan bahwa bulan Suro merupakan bulan pembawa petaka.

Makna Spiritual Malam Satu Suro

Bagi masyarakat Jawa, Malam Satu Suro menjadi waktu untuk melakukan perenungan diri atau tafakur atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai:

  • Bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan.
  • Mengevaluasi kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.
  • Memohon keselamatan dan perlindungan.
  • Mempererat silaturahmi.
  • Mengingat kematian serta pentingnya memperbaiki diri.

Dalam perspektif etnosains, malam ini dipahami sebagai bentuk pengetahuan lokal yang mencerminkan hubungan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Praktik tirakat, tapa bisu, hingga puasa mutih dipandang sebagai upaya pengendalian diri dan penjernihan batin yang memiliki nilai psikospiritual.

Mitos dan Kepercayaan yang Berkembang di Masyarakat

Tradisi Malam Satu Suro tidak dapat dipisahkan dari berbagai mitos yang berkembang dari generasi ke generasi.

Sebagian masyarakat meyakini malam tersebut sebagai waktu terbaik untuk memohon keselamatan, ketenangan hidup, dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Di sejumlah daerah, ritual tertentu juga dipercaya mampu mendatangkan perlindungan spiritual.

Misalnya:

  • Tradisi Labuhan dilakukan untuk memohon keselamatan nelayan dan hasil tangkapan yang melimpah.
  • Ritual Samas di Bantul bertujuan mengenang Maheso Suro yang dipercaya membawa kemakmuran masyarakat pesisir selatan.
  • Sebagian masyarakat menghindari hajatan besar selama bulan Suro karena dianggap kurang baik.

Namun, keyakinan tersebut tidak berlaku seragam karena setiap daerah memiliki interpretasi berbeda terhadap Malam Satu Suro.

Ragam Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah

Perayaan Malam Satu Suro memiliki kekhasan di setiap wilayah.

1. Solo: Kirab Pusaka dan Kebo Bule Kyai Slamet

Keraton Surakarta menggelar Jamas Pusaka dan Kirab Pusaka yang dimulai sekitar tengah malam.

Kirab tersebut diikuti para abdi dalem, prajurit keraton, serta kebo bule Kyai Slamet yang menjadi daya tarik masyarakat.

Kebo bule dipercaya sebagai cucuk lampah atau pengawal pusaka keraton.

2. Yogyakarta: Mubeng Beteng

Masyarakat dan abdi dalem melakukan ritual berjalan kaki mengelilingi benteng keraton dalam keheningan.

Tradisi ini dikenal sebagai mubeng beteng dan dimaknai sebagai laku prihatin serta refleksi diri.

3. Cirebon: Pembacaan Babad dan Ziarah

Keraton Kanoman menggelar pembacaan Babad Cirebon yang dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

4. Bantul: Ritual Samas

Tradisi ini bertujuan mengenang Maheso Suro yang diyakini membawa kesejahteraan masyarakat pesisir selatan.

5. Magetan: Ledug Suro

Perayaan Ledug Suro diwarnai pembagian Bolu Rahayu yang telah didoakan dan dipercaya membawa keberkahan.

6. Upacara Labuhan

Ritual persembahan dilakukan sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para nelayan diberi perlindungan saat melaut.

Simbol-Simbol dalam Tradisi Malam Satu Suro

Beberapa simbol yang kerap hadir dalam tradisi Malam Satu Suro antara lain:

Jenang Suran

Melambangkan tanggung jawab manusia terhadap kehidupannya sendiri.

Dupa

Digunakan sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur, terutama dalam tradisi keraton.

Tawasul

Dilakukan untuk mendoakan dan menghormati jasa para pendahulu yang berperan dalam penyebaran Islam.

Pendapat Buya Yahya tentang Anggapan Bulan Suro Membawa Sial

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Prof KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya, menegaskan bahwa Muharram bukan bulan pembawa musibah.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak berprasangka buruk kepada Allah SWT.

“Dalam Hadits Qudsi, Allah itu senang dengan yang berprasangka baik supaya dapat kebaikan. Hari Allah semuanya baik, hari jelek hanya ada satu, yakni saat anda bermaksiat. Menikah itu hari baik, syukuran. Nggak tahu kenapa, di Jabar juga ada Bulan Kapit, di Jatim ada Bulan Suro yang dianggap malapetaka, padahal kebalikannya, yakni bulan penuh rahmat,” ujar Buya Yahya dalam program Buya Yahya Menjawab di kanal Al-Bahjah TV.

Ia melanjutkan:

“Dari 12 bulan Allah, empat di antaranya bulan haram salah satunya adalah Muharram, itu adalah bulan yang dimuliakan, bukan bulan petaka. Ndak ada itu, jangan dipercaya. Itu adalah suudzon pada Allah.”

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal: Jangan Menganggap Suro Sebagai Bulan Sial

Pimpinan Ponpes Darush Sholihin, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, juga mengingatkan bahwa anggapan bulan Suro membawa kesialan tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

“Karena bulan ini adalah bulan sial, sebagian orang tidak mau melakukan hajatan nikah, dsb. Ketahuilah saudaraku bahwa sikap-sikap di atas tidaklah keluar dari dua hal yaitu mencela waktu dan beranggapan sial dengan waktu tertentu,” tulis Ustaz Muhammad Abduh.

Ia menegaskan bahwa musibah bukan disebabkan oleh waktu tertentu.

“Setiap kesialan atau musibah yang menimpa sebenarnya bukanlah disebabkan oleh waktu, orang, atau tempat tertentu. Namun, semua itu adalah ketentuan Allah Ta’ala Yang Maha Bijaksana.”

Malam Satu Suro sebagai Warisan Budaya dan Refleksi Diri

Terlepas dari beragam mitos yang menyertainya, Malam Satu Suro tetap menjadi salah satu warisan budaya penting masyarakat Jawa.

Tradisi ini bukan hanya tentang ritual yang bersifat simbolik, tetapi juga mengajarkan nilai introspeksi, rasa syukur, pengendalian diri, penghormatan kepada leluhur, serta upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Melalui berbagai laku spiritual yang dijalankan, masyarakat diajak untuk terus bersikap eling lan waspada—ingat akan jati diri sebagai makhluk Tuhan dan waspada terhadap berbagai godaan yang dapat menyesatkan dalam menjalani kehidupan.

FAQ Seputar Malam Satu Suro

1. Malam satu suro adalah apa?

Malam Satu Suro adalah malam pergantian tahun dalam Kalender Jawa yang menandai datangnya tanggal 1 Suro. Tradisi ini memiliki makna spiritual dan budaya yang kuat bagi masyarakat Jawa, serta sering dikaitkan dengan momentum introspeksi, doa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

2. Apakah Malam Satu Suro sama dengan 1 Muharram?

Tidak selalu sama. Secara historis, 1 Suro dalam Kalender Jawa berkaitan dengan 1 Muharram dalam Kalender Hijriah. Namun, dalam praktik penanggalan tertentu, waktu pelaksanaannya dapat berbeda karena sistem perhitungan kalender yang tidak sepenuhnya sama.

3. Mengapa Malam Satu Suro dianggap sakral?

Masyarakat Jawa memandang Malam Satu Suro sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memohon keselamatan, bersyukur, dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta. Kesakralan ini juga dipengaruhi oleh tradisi keraton yang diwariskan secara turun-temurun.

4. Apa sejarah munculnya tradisi Malam Satu Suro?

Tradisi ini berawal dari penyatuan Kalender Saka dan Kalender Hijriah yang dilakukan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada masa Kesultanan Mataram sekitar tahun 1633 Masehi. Tujuannya untuk menyatukan masyarakat Jawa yang memiliki latar belakang budaya dan keyakinan berbeda.

5. Apa arti kata “Suro”?

Kata “Suro” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Asyura”, yang berarti “sepuluh”. Dalam pelafalan masyarakat Jawa, kata tersebut berubah menjadi Suro dan digunakan sebagai nama bulan pertama dalam Kalender Jawa.

6. Tradisi apa saja yang dilakukan saat Malam Satu Suro?

Setiap daerah memiliki tradisi berbeda, di antaranya:

  • Kirab Pusaka dan Kebo Bule di Solo.
  • Mubeng Beteng di Yogyakarta.
  • Pembacaan Babad Cirebon dan ziarah makam Sunan Gunung Jati.
  • Ritual Samas di Bantul.
  • Ledug Suro di Magetan.
  • Upacara Labuhan di wilayah pesisir.

7. Mengapa banyak orang menghindari hajatan pada bulan Suro?

Sebagian masyarakat masih meyakini adanya pantangan menggelar hajatan besar pada bulan Suro karena dianggap kurang baik. Namun, keyakinan ini merupakan bagian dari tradisi budaya dan tidak berlaku secara universal.

8. Bagaimana pandangan Buya Yahya tentang bulan Suro?

Buya Yahya menegaskan bahwa Muharram atau Suro bukan bulan pembawa petaka. Menurutnya, Muharram justru termasuk bulan yang dimuliakan dalam Islam dan sebaiknya diisi dengan amal kebaikan serta prasangka baik kepada Allah SWT.

9. Apakah Islam mengajarkan bahwa bulan Suro adalah bulan sial?

Tidak. Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bahwa menganggap suatu waktu sebagai pembawa kesialan termasuk bentuk mencela waktu. Dalam Islam, musibah bukan disebabkan oleh bulan tertentu, melainkan merupakan ketetapan Allah SWT.

10. Apa makna “eling lan waspada” dalam tradisi Suro?

“Eling” berarti selalu ingat kepada Allah SWT dan menyadari posisi manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Sementara “waspada” berarti berhati-hati terhadap godaan, kesalahan, dan berbagai hal yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam keburukan.

11. Apa simbol yang sering ditemukan dalam tradisi Malam Satu Suro?

Beberapa simbol yang sering digunakan antara lain:

  • Jenang Suran, sebagai lambang tanggung jawab hidup.
  • Dupa, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dalam tradisi tertentu.
  • Tawasul, sebagai doa dan penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa dalam penyebaran Islam.

12. Apa tujuan utama masyarakat merayakan Malam Satu Suro?

Tujuan utamanya adalah memohon keselamatan, mengungkapkan rasa syukur, melakukan introspeksi diri, mempererat silaturahmi, menghormati leluhur, serta meningkatkan kedekatan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.

13. Apakah Malam Satu Suro hanya dirayakan masyarakat Jawa?

Tradisi ini identik dengan masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Namun, beberapa daerah lain di Indonesia juga memiliki bentuk peringatan serupa dengan karakteristik budaya masing-masing.

14. Apakah ada doa khusus untuk Malam Satu Suro?

Tidak ada doa khusus yang diajarkan secara spesifik oleh Nabi Muhammad SAW untuk malam pergantian tahun. Namun, terdapat doa-doa yang diriwayatkan dari para sahabat untuk dibaca saat memasuki awal bulan atau tahun sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan.

15. Apa pesan yang dapat dipetik dari tradisi Malam Satu Suro?

Malam Satu Suro mengajarkan pentingnya evaluasi diri, menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama, menghargai warisan budaya, serta menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan ketakwaan.

Tags: Kapan Malam Satu SuroMalam Satu SuroMalam Satu Suro AdalahMitos Malam Satu Suro
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

**Caption Gambar:** Kalender Juni 2026 menandai Selasa, 16 Juni 2026 sebagai libur nasional dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Pemerintah menetapkan libur tersebut tanpa cuti bersama, sehingga masyarakat hanya menikmati satu hari libur sebelum kembali beraktivitas pada Rabu, 17 Juni 2026. (Ilustrasi: Headline.co.id)

Besok Libur Apa? Selasa 16 Juni 2026 Libur Nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ini Penjelasan Resminya

by Hendrawan
15 June 2026
0

Highlight Berita: Besok, Selasa 16 Juni 2026, merupakan hari libur nasional di Indonesia. Libur nasional tersebut diperingati dalam rangka Tahun...

Polda Aceh dan Petani Muda Pidie Kolaborasi Tanam Jagung

Polda Aceh dan Petani Muda Pidie Kolaborasi Tanam Jagung

by Dani
15 June 2026
0

Headline.co.id, Polda Aceh Melaksanakan Program Penanaman Jagung Bersama Komunitas Petani Muda Milenial Di Kabupaten Pidie ~ tepatnya di Desa Blang...

Brimob Polda Sumut Rayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Pasar Murah dan Pembagian Makanan Gratis

Brimob Polda Sumut Rayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Pasar Murah dan Pembagian Makanan Gratis

by Fajar
15 June 2026
0

Headline.co.id, Medan ~ Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan...

Prediksi Cuaca Besok 15 Juni 2026 di seluruh wilayah indonesia

Cuaca Besok 15 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan Lebat hingga Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

by Hendrawan
14 June 2026
0

Highlight Berita: BMKG memprediksi cuaca besok, Senin (15/6/2026), didominasi hujan di berbagai wilayah Indonesia dengan intensitas sedang hingga sangat lebat....

Polres Metro Jakarta Pusat Adakan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga

Polres Metro Jakarta Pusat Adakan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga

by Wawan
14 June 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Polres Metro Jakarta Pusat mengadakan acara nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama warga di depan...

Wakapolri Kunjungi Warga Bogor, Dorong Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Wakapolri Kunjungi Warga Bogor, Dorong Peningkatan Kesehatan Masyarakat

by Lia
14 June 2026
0

Headline.co.id, Bogor ~ Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polri bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata menggelar kegiatan Bakti Kesehatan...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Tantangan Identifikasi Jenazah Korban Longsor di Cisarua oleh Polda Jabar

Tantangan Identifikasi Jenazah Korban Longsor di Cisarua oleh Polda Jabar

4 February 2026
Antisipasi Suhu Ekstrem di Tanah Suci: Jemaah Haji Harus Waspada

Waspadai Suhu Ekstrem di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Berhati-hati

21 September 2024
Presiden Prabowo Akan Berpidato di WEF 2026 di Davos

Presiden Prabowo Akan Berpidato di WEF 2026 di Davos

23 January 2026
Petugas medis RSIY PDHI Yogyakarta menyerahkan obat kepada salah satu Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta dalam kegiatan Mandiri Bakti Kesehatan yang digelar di Ndalem Magangan

RSIY PDHI Yogyakarta Terjunkan 45 Tenaga Medis dalam Mandiri Bakti Kesehatan Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta

21 June 2025
Banten dan Lampung Siap Menjadi Tuan Rumah PON XXIII 2032

Banten dan Lampung Siap Menjadi Tuan Rumah PON XXIII 2032

11 March 2026
Sekolah Tangguh Bencana: SDN 05 Manggarai Terus Gelar KBM di Pengungsian

Sekolah Bertahan di Tengah Bencana: KBM SDN 05 Manggarai Lancar di Pengungsian

14 August 2024
PMI Sumenep Salurkan Bantuan Ramadan untuk Pekerja Informal

PMI Sumenep Salurkan Bantuan Ramadan untuk Pekerja Informal

15 March 2026

Artikel Terbaru

Prediksi Belgia vs Mesir Piala Dunia 2026 Duel Sengit yang Bisa Menentukan Juara Grup G

Prediksi Belgia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Head to Head, Jadwal Pertandingan, dan Link Live TVRI

15 June 2026
Fakta Swedia vs Tunisia Ayari Cetak Brace, Swedia Hancurkan Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026

5 Fakta Swedia vs Tunisia yang Patut Disorot, Dari Brace Ayari hingga Blunder Skhiri

15 June 2026
(Photo by Jeff Bottari/Zuffa LLC)

Alex Pereira Gagal Cetak Sejarah di UFC Freedom 250, Ciryl Gane Menang TKO dan Rebut Sabuk Interim Kelas Berat

15 June 2026
Kisah Yasin Ayari Berdarah Tunisia-Maroko, Pilih Bela Swedia dan Menolak Selebrasi

Bintang Baru Piala Dunia 2026? Yasin Ayari Curi Perhatian Lewat Brace dan Sikap Respek

15 June 2026
Yasin Ayari Masuk Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Usai Antar Swedia Kalahkan Tunisia

Yasin Ayari Tak Rayakan Gol ke Gawang Tunisia, Ini Alasan Menyentuh di Baliknya

15 June 2026
Pemain Timnas Swedia merayakan gol dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 melawan Tunisia di Estadio BBVA, Monterrey, Senin (15/6/2026). Swedia tampil dominan dan menang telak 5-1, dengan Yasin Ayari mencetak dua gol untuk mengantar timnya memuncaki klasemen sementara Grup F. (Foto: Istimewa)

Hasil Swedia vs Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026: Yasin Ayari Cetak Brace dan Tolak Rayakan Gol ke Gawang Tanah Leluhur

15 June 2026
Apa itu Malam Satu Suro

Malam Satu Suro Adalah Apa? Ini Sejarah, Makna, Tradisi, dan Pandangan Ulama yang Perlu Dipahami

15 June 2026

Popular Story

Rakernas XVI ARSADA Fokus pada Penguatan Peran RS Daerah dalam Transformasi Kesehatan
Pemerintah

Rakernas XVI ARSADA Fokus pada Penguatan Peran RS Daerah dalam Transformasi Kesehatan

by Aditya
13 June 2026
0

Headline.co.id, Pontianak ~ Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah...

Read moreDetails

Pentingnya Edukasi Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga

Wamenhut: Penanganan Kejahatan Satwa Liar Harus Menyeluruh

Pria Bawa Botol Bersumbu di Aksi Unjuk Rasa Ditetapkan Sebagai Tersangka

KONI dan Komdigi Tingkatkan Kerja Sama untuk Publikasi PON 2026

Menko Yusril: Tidak Ada Jabatan Kebal Hukum dalam Pelayanan Publik

Polda Metro Jaya dan TNI Siapkan Ribuan Personel untuk Amankan Aksi di Monas

Australia Raih Gelar Juara Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Thailand

Reza, Cucu Tukang Parkir dari Sendowo, Raih Kesempatan Kuliah Gratis di UGM

Dekranas Dorong Peningkatan Nilai Kriya dan Wastra Melalui Storytelling

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.