Headline.co.id, Yogyakarta ~ Upaya pelestarian bahasa Jawa di kalangan generasi muda kini semakin penting dilakukan melalui adaptasi teknologi digital. Hal ini disampaikan oleh Veronika Naning, penulis buku dan editor Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman, dalam sebuah diskusi budaya bertajuk Pendhapa yang disiarkan langsung dari Studio RRI Pro4 Yogyakarta pada Selasa, 12 Mei 2026.
Veronika menegaskan bahwa di era transformasi digital, ruang siber seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana efektif untuk memperluas jangkauan bahasa daerah. Menurutnya, penggunaan konten kreatif seperti podcast, video pendek, dan media pembelajaran berbasis teknologi dapat membuat bahasa Jawa lebih relevan bagi generasi masa kini. “Dengan memanfaatkan teknologi, bahasa Jawa dapat tetap hidup dan berkembang,” kata Veronika saat memaparkan materi diskusi yang dipandu oleh penyiar Sugiman Dwi Nurseto.
Ketua Forum Komunitas Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, juga menekankan pentingnya keterlibatan kolektif keluarga, institusi pendidikan, dan pemerintah dalam pelestarian bahasa Jawa. Adnan menilai bahwa komunitas informasi memiliki peran strategis sebagai jembatan pelestarian budaya dan modernisasi. “Keterlibatan semua pihak sangat penting agar bahasa Jawa tidak hanya menjadi bahasa seremonial,” ujar Adnan.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif ini juga melibatkan pendengar setia RRI Pro4 melalui sambungan telepon dan platform WhatsApp. Para peserta menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem digital yang ramah terhadap bahasa daerah agar identitas budaya bangsa tetap terjaga di tengah kepopuleran bahasa media sosial yang semakin dominan.
Kegiatan diskusi budaya Pendhapa ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh RRI Pro4 Yogyakarta sebagai upaya nyata dalam mengampanyekan pelestarian warisan budaya adiluhung kepada khalayak luas, khususnya masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.








