Headline.co.id, Di Tengah Suasana Panen Raya Di Dusun Plumbon ~ Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, suara mesin thresher milik Maksum menggema. Di bawah terik matahari, aroma jerami segar memenuhi udara saat Maksum dengan cekatan memasukkan rumpun padi ke dalam mesin perontok roda tiga. Dalam hitungan detik, bulir gabah terlepas dari tangkainya dan terkumpul bersih.
Bagi masyarakat setempat, mesin thresher modifikasi ini membawa perubahan signifikan dalam metode bertani. Dahulu, proses merontokkan padi dilakukan secara manual dengan tradisi ngiles, yang memakan waktu dan tenaga. Petani harus memotong padi dan menginjak-injaknya di atas terpal untuk memisahkan gabah, yang sering kali bercampur kotoran. Kini, dengan mesin Maksum, pekerjaan yang biasanya memakan waktu berhari-hari dapat diselesaikan dalam beberapa jam dengan hasil yang lebih bersih.
Maksum menjelaskan bahwa mesin ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga menjaga kualitas hasil panen. Padi yang baru dipotong harus segera dirontokkan untuk mencegah kelembapan berlebih yang dapat merusak kualitas beras. Dengan kecepatan mesin, gabah dapat segera dijemur, memastikan beras yang dihasilkan berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.
Selain efisiensi, layanan perontokan keliling ini juga menawarkan tarif terjangkau, membantu meringankan beban petani. Dengan demikian, risiko kerugian akibat cuaca buruk dapat diminimalisir, dan keharmonisan komunitas petani tetap terjaga. Saat mesin berhenti beroperasi menjelang petang, karung-karung gabah bersih siap dijemur, meninggalkan senyum puas di wajah para petani Plumbon yang bersyukur atas musim panen ini.





















