Headline.co.id, Jakarta ~ RW 08 Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjalani verifikasi lapangan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (2/9/2026). Verifikasi dilakukan oleh Tim Verifikator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk menilai berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dijalankan warga. Wilayah tersebut diusulkan meraih predikat Proklim Madya 2026 karena dinilai memiliki beragam program lingkungan berbasis masyarakat. Proses penilaian dilakukan melalui pemaparan, dialog, dan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi kegiatan di lingkungan RW 08.
Kegiatan verifikasi dihadiri perwakilan Wali Kota Jakarta Barat, Pelaksana Tugas Camat Kebon Jeruk Pangestu Aji, Lurah Sukabumi Utara Ali Sahidin, jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, tokoh pelopor Proklim Lestari Andi Cahya, serta pengurus RT, RW, LMK, PKK, Dasawisma, Jumantik, dan Karang Taruna.
RW 08 Sukabumi Utara Siapkan Beragam Aksi Lingkungan
Ketua RW 08 Sukabumi Utara, Matroji, memaparkan sejumlah program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah berjalan secara mandiri. Program tersebut diterapkan di wilayah permukiman padat yang dihuni sekitar 1.400 kepala keluarga atau 3.000 jiwa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam pengelolaan sampah, warga menjalankan budidaya maggot dan komposter yang memanfaatkan sisa dapur rumah tangga. Warga juga membuat pupuk eko-enzim. Sementara itu, Karang Taruna mengelola kegiatan sedekah sampah yang pengumpulannya mencapai 400–500 kilogram per bulan.
Program lain mencakup penggunaan lampu tenaga surya atau solar cell di area fasilitas umum dan taman. Warga juga membuat lubang resapan biopori serta menampung air hujan untuk kolam gizi warga.
Di bidang pelayanan publik, RW 08 Sukabumi Utara mengembangkan Pilar 08 melalui kolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara (Binus). Kolaborasi tersebut menyediakan platform pelayanan administrasi warga secara digital dan gratis.
Adapun upaya mitigasi bencana dilakukan melalui pembentukan relawan pemadam kebakaran mandiri di kawasan permukiman padat. Dari sisi kesehatan lingkungan, kader Jumantik melakukan pengawasan secara rutin dua kali seminggu.
Perubahan Iklim Dinilai Sudah Dirasakan Warga
Plt Camat Kebon Jeruk Pangestu Aji mengatakan, dampak perubahan iklim telah menjadi kenyataan yang dirasakan masyarakat perkotaan. Karena itu, ia menilai gerakan Proklim berbasis komunitas penting untuk membangun ketahanan wilayah.
“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sedang kita hadapi bersama. Kegiatan Proklim ini merupakan bentuk gerakan nyata masyarakat berbasis gotong royong dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, demi menciptakan kelestarian lingkungan,” ujar Pangestu Aji.
Menurut Pangestu, pelaksanaan berbagai kegiatan lingkungan di RW 08 menunjukkan adanya keterlibatan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama unsur masyarakat dan perangkat wilayah.
RW 08 Termasuk 32 Wilayah yang Diusulkan
Ketua Tim Verifikator DLH DKI Jakarta Susi Andriani menjelaskan, RW 08 Sukabumi Utara merupakan satu dari 32 RW terpilih di DKI Jakarta yang diusulkan ke tingkat provinsi untuk meraih predikat Proklim Madya tahun 2026.
Susi menegaskan, Proklim bukan ajang perlombaan antarwilayah. Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah kepada masyarakat yang aktif menjalankan aksi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Proklim adalah wujud penghargaan atas aksi nyata masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kami sangat mengapresiasi tinggi partisipasi, keguyuban, serta semangat seluruh elemen masyarakat di RW 08 Sukabumi Utara ini,” tutur Susi Andriani.
Setelah pemaparan dan dialog di aula pertemuan, tim verifikator bersama pemerintah setempat meninjau sejumlah titik kegiatan adaptasi dan mitigasi di lingkungan RW 08 Sukabumi Utara. Hasil peninjauan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan predikat Proklim yang akan diraih wilayah tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















