Headline.co.id, Banda Aceh ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk ilegal yang beredar di pasaran. Melalui gerakan Cek KLIK, masyarakat diharapkan dapat melindungi diri sebagai konsumen dengan memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan.
Ajakan ini disampaikan oleh Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, dalam acara talkshow Ngopi (Ngobrol Seputar Opini) yang diadakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Aceh bekerja sama dengan Radio DJATI FM. Acara tersebut berlangsung di Warkop Cut Ayah, Pango, Banda Aceh, dan disiarkan langsung melalui Radio DJATI FM 103,6 MHz serta kanal media sosial DJATI FM pada Sabtu (13/6/2026).
Diskusi ini juga menghadirkan Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Munardi, serta Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh, Fahmiwati, dengan host Eric Right sebagai pemandu acara. Riyanto menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan adalah bentuk perlindungan negara untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap sebelum produk beredar hingga pengawasan terhadap produk yang telah beredar di pasaran,” ujar Riyanto. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengawasan tidak dapat dicapai oleh BBPOM Aceh sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, media, organisasi perlindungan konsumen, hingga masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diingatkan untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk menghindarkan masyarakat dari risiko mengonsumsi produk ilegal atau produk yang tidak memenuhi ketentuan. Munardi menekankan pentingnya kesadaran konsumen dalam melaporkan temuan produk yang diduga ilegal atau merugikan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh, Fahmiwati, mengajak masyarakat untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen agar tidak mudah menjadi korban produk yang tidak memenuhi standar. Melalui kegiatan talkshow ini, BBPOM Aceh berharap literasi masyarakat terkait keamanan obat dan makanan semakin meningkat.
Partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan juga diharapkan mampu menekan peredaran produk ilegal di Aceh. Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, media, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan konsumsi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Aceh.




















