Headline.co.id, Jakarta ~ Keputusan pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, untuk tidak memasukkan Lamine Yamal sebagai starter saat laga Spanyol vs Tanjung Verde dalam pertandingan pembuka Grup H Piala Dunia 2026 menjadi sorotan publik. Meski dipastikan berada dalam kondisi bugar, wonderkid berusia 19 tahun itu diprediksi memulai pertandingan dari bangku cadangan ketika La Furia Roja menghadapi Tanjung Verde di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) malam WIB.
Absennya Lamine Yamal dari susunan pemain inti Spanyol vs Tanjung Verde memunculkan berbagai spekulasi. Namun, Luis de la Fuente menegaskan keputusan tersebut bukan disebabkan masalah kebugaran maupun faktor nonteknis, melainkan bagian dari strategi tim untuk menghadapi laga perdana Piala Dunia 2026.
Meski tidak tampil sejak menit awal, Yamal tetap diproyeksikan memiliki peran penting apabila situasi pertandingan membutuhkan kreativitas dan kecepatan yang menjadi ciri khas permainannya.
Luis de la Fuente Pastikan Lamine Yamal dalam Kondisi Prima
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Luis de la Fuente memastikan kondisi Lamine Yamal sangat baik setelah sebelumnya sempat menjalani proses pemulihan.
Pelatih berusia 65 tahun itu menyebut Yamal telah kembali berlatih sesuai rencana tim pelatih dan siap dimainkan apabila diperlukan.
“Lamine dalam kondisi prima, dan ia tiba pada waktu yang tepat, namun ia tidak akan masuk dalam susunan pemain inti, dan kami akan melihat bagaimana jalannya pertandingan untuk mengevaluasi kontribusinya bagi tim,” ujar Luis de la Fuente.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa pemain muda Barcelona itu mengalami masalah fisik yang serius menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.
Strategi Rotasi Jadi Pertimbangan
Luis de la Fuente mengisyaratkan bahwa keputusan mencadangkan Yamal berkaitan dengan kebutuhan taktis tim.
Pelatih yang sukses mengantarkan Spanyol meraih gelar EURO 2024 itu diperkirakan lebih memilih Alex Baena untuk mengisi sektor sayap kiri dalam skema 4-3-3 bersama Ferran Torres dan kapten tim Mikel Oyarzabal.
Kehadiran Baena dinilai memberikan keseimbangan permainan, terutama dalam membantu lini tengah saat menghadapi kemungkinan serangan balik cepat Tanjung Verde.
Di sisi lain, Yamal tetap menjadi opsi berbahaya yang dapat dimainkan pada babak kedua ketika intensitas permainan lawan mulai menurun.
Yamal Tetap Jadi Andalan Masa Depan La Roja
Meski tak menjadi starter, status Lamine Yamal sebagai salah satu talenta terbaik dunia tetap tidak tergantikan.
Pemain berusia 19 tahun tersebut tampil impresif bersama Spanyol dalam beberapa turnamen terakhir dan diprediksi menjadi salah satu bintang utama Piala Dunia 2026.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuat Yamal menjadi senjata penting La Furia Roja.
Bahkan, Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Yamal berada di jalur yang tepat untuk pulih dan siap memperkuat Spanyol pada laga perdana turnamen.
Cucurella Juga Jadi Sorotan
Selain membahas kondisi Yamal, Luis de la Fuente turut memberikan komentar mengenai Marc Cucurella yang tengah menjadi perhatian terkait masa depannya.
Pelatih asal Spanyol itu memastikan situasi tersebut tidak akan memengaruhi profesionalisme sang pemain.
“Kami senang karena bergabungnya dia dengan Real Madrid adalah kabar baik baginya, dan jika dia bahagia, saya juga bahagia. Hal itu tidak akan memengaruhinya karena dia sangat profesional, dan kami telah melihatnya di Kejuaraan Eropa,” katanya.
Spanyol Tetap Waspadai Tanjung Verde
Meski lebih diunggulkan secara kualitas skuad, Luis de la Fuente meminta anak asuhnya untuk tidak meremehkan Tanjung Verde yang tampil sebagai debutan Piala Dunia.
Menurutnya, tim berjuluk The Blue Sharks memiliki organisasi permainan yang disiplin dan kecepatan yang dapat menyulitkan lawan.
“Kami menghormati lawan, dan tidak meremehkan siapa pun. Istilah itu tidak ada dalam kamus kami, kami selalu bermain seolah-olah mereka adalah lawan terkuat yang akan kami hadapi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Tanjung Verde menyingkirkan Kamerun pada fase kualifikasi menjadi bukti bahwa mereka pantas diperhitungkan.
“Mereka memiliki konsep taktis yang sangat jelas dan melaksanakannya dengan cermat, serta memiliki kecepatan luar biasa. Mereka sudah mengeliminasi Kamerun dan tanpa ragu akan menjadi salah satu kejutan di turnamen ini,” ujarnya.
Laga Pembuka yang Krusial bagi Spanyol
Bagi Spanyol, pertandingan melawan Tanjung Verde bukan sekadar laga pembuka. Tiga poin menjadi target utama demi menjaga peluang lolos sebagai juara Grup H yang juga dihuni Uruguay dan Arab Saudi.
Luis de la Fuente menilai awal yang positif akan memberikan dampak besar terhadap mental tim sepanjang turnamen.
“Awal yang baik sangat penting karena berbagai alasan, termasuk tiga poin dan aspek psikologis. Pertandingan melawan Cape Verde adalah yang paling penting di Piala Dunia, dan siapa pun yang mengira itu akan mudah, dia salah,” pungkasnya.
Dengan atau tanpa Lamine Yamal sebagai starter, Spanyol tetap datang sebagai unggulan. Namun, keputusan Luis de la Fuente menyimpan sang bintang muda di bangku cadangan menunjukkan bahwa pengalaman, strategi, dan kehati-hatian tetap menjadi kunci La Furia Roja dalam mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026.




















