Headline.co.id, Pasuruan ~ Pondok Pesantren (Ponpes) Ngalah yang terletak di Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, mengedepankan praktik toleransi dengan membuka pintu bagi siapa saja, baik muslim maupun non-muslim, untuk berdialog atau berbagi wawasan. Ponpes ini didirikan oleh KH. Moh. Sholeh Bahruddin Kalam pada tahun 1985 dan saat ini diteruskan oleh KH. M. Sholeh Bahruddin, menjadikan Ponpes Ngalah sebagai simbol keberagaman di Indonesia.
KH. Sholeh menegaskan bahwa di pondok ini, para santri diajarkan untuk menghormati perbedaan sebagai kekayaan yang harus dijaga. “Karena kita ini sama-sama manusianya, kita jaga semua itu supaya guyub rukun,” ujar KH. Sholeh. Ia menambahkan, “Kita hidupkan nilai-nilai multikulturalisme di tengah dunia yang semakin majemuk. Jangan sampai terpecah belah apapun yang terjadi.”
Seiring berjalannya waktu, Ponpes Ngalah tidak hanya fokus pada pendidikan agama bagi para santri yang mondok, tetapi juga memperhatikan pendidikan formal, mulai dari kelompok bermain anak-anak hingga perguruan tinggi. Dengan nama besar dan keistimewaan yang dimiliki, KH. Sholeh berharap agar siapa pun yang pernah atau sedang menimba ilmu di Ponpes Ngalah dapat menjadi pribadi yang berakhlaqul karimah dan bermanfaat bagi sesama. (MC Prov Jatim /yan-hjr/eyv)























