Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengkritik pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia disebabkan oleh kurang gizi. Kritik tersebut disampaikan di Jakarta pada Senin (24/3/2025) karena dinilai tidak tepat dan berlebihan. Lalu menilai pernyataan itu tidak relevan dengan konteks performa tim nasional di lapangan. Ia juga meminta Kepala BGN fokus pada tugas utama menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG).
Lalu Hadrian Irfani, yang akrab disapa Lalu Ari, menyatakan kekecewaannya terhadap pernyataan Dadan yang mengaitkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan performa Timnas dengan asupan gizi. Menurutnya, komentar tersebut tidak perlu disampaikan karena dapat menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.
“Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan statement bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi,” ujar Lalu dalam keterangan tertulis yang dikutip headline.co.id dari dpr.go.id pada Selasa (7/4/26).
Politisi Fraksi PKB itu menegaskan bahwa pernyataan Kepala BGN kurang tepat dan berpotensi menjadi gimmick yang tidak produktif. Ia menilai, BGN seharusnya memprioritaskan pelaksanaan program MBG yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Kurang pas statement tersebut. Sebaiknya kepala BGN fokus saja mensukseskan program MBG, jangan buat gimmick statement,” kata mantan anggota DPRD NTB tersebut.
Lalu Ari juga menyoroti bahwa implementasi program makan bergizi gratis masih menemukan sejumlah kekurangan dan keluhan dari masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh dari BGN dalam menjalankan mandat pemerintah.
“Fokus urus pelaksanakan makan bergizi gratis saja. Laksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Terkait kekalahan Timnas Indonesia saat menghadapi Australia, Lalu Ari menilai terdapat berbagai faktor teknis yang lebih relevan untuk dianalisis. Sejumlah pengamat dan ahli, kata dia, telah mengidentifikasi beberapa penyebab seperti kurangnya kekompakan tim akibat waktu persiapan yang singkat, lemahnya lini pertahanan, hingga kegagalan memanfaatkan peluang emas pada babak pertama.
Selain itu, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert juga telah mengungkapkan faktor lain yang memengaruhi hasil pertandingan, termasuk kegagalan penalti Kevin Diks yang berdampak pada menurunnya konsentrasi pemain di lapangan.
“Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi agar Timnas Indonesia bisa bermain lebih baik lagi,” ujar Lalu Ari.
Pernyataan ini menegaskan bahwa evaluasi performa tim nasional sebaiknya didasarkan pada analisis teknis dan profesional, bukan pada asumsi yang tidak memiliki dasar kuat, guna menjaga objektivitas dan kredibilitas dalam penyampaian informasi kepada publik.






















