Headline.co.id, Dogiyai ~ Polda Papua Tengah mengungkap adanya penyebaran foto hoaks yang diklaim sebagai korban kericuhan di Kabupaten Dogiyai. Kabid Humas Polda Papua Tengah, AKBP I Made Suartika, menjelaskan bahwa foto yang beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan tersebut tidak terkait dengan peristiwa terbaru di Dogiyai. “Penyebaran informasi keliru tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat sekaligus memperkeruh situasi keamanan di wilayah Papua Tengah,” ujar Kabid Humas pada Selasa (7/4/2026).
Menurut AKBP I Made Suartika, foto tersebut diunggah oleh akun KNPB News Nabire dan tersebar melalui aplikasi WhatsApp, mengklaim sebagai kejadian kericuhan di Dogiyai. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa foto tersebut berasal dari peristiwa di Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. “Informasi tersebut merupakan posting-an hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat serta memperkeruh situasi keamanan,” tegasnya.
Selain itu, beredar pula gambar di media sosial yang diklaim sebagai korban kericuhan di Dogiyai pada 31 Maret 2026, yang telah dimuat dalam pemberitaan salah satu media di Papua pada 3 April 2026. Namun, setelah ditelusuri, ternyata foto tersebut bukan peristiwa baru, melainkan gambar yang sama pernah dipublikasikan sebelumnya pada 27 Februari 2026. “Dengan demikian, narasi yang menyebutkan bahwa kejadian dalam gambar tersebut terjadi pada 31 Maret 2026 di Dogiyai ini adalah tidak benar (hoaks). Gambar tersebut adalah foto lama,” jelas Kabid Humas.
Ia memastikan bahwa kondisi keamanan di Dogiyai saat ini terpantau aman dan kondusif, meskipun aparat tetap meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Polda Papua Tengah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, tidak menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif. “Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyaring informasi agar tidak terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan,” tuturnya.




















