Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul kemunculan Siklon Tropis Narelle di Samudera Hindia yang menyebabkan peningkatan intensitas hujan dari kategori lebat hingga sangat lebat.
Prakirawan BMKG, Miftah, menyatakan bahwa Siklon Tropis Narelle terdeteksi berada di Samudera Hindia, tepatnya di bagian barat laut Australia. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot dengan tekanan minimum sekitar 985 hPa. “Dampak dari sistem tersebut memicu terbentuknya fenomena low level jet atau aliran angin kencang di wilayah Samudera Hindia selatan Lombok hingga selatan Pulau Sabu,” jelas Miftah pada Kamis (26/3/2026).
Selain itu, BMKG juga mengidentifikasi adanya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari pesisir selatan Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Timur. Kondisi ini semakin memperkuat proses pembentukan awan hujan di wilayah yang terdampak. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Papua dan Papua Pegunungan.
Prakiraan cuaca di sejumlah kota besar menunjukkan variasi kondisi. Di wilayah barat Indonesia, hujan sedang diperkirakan terjadi di Bandung dan Tanjung Selor, sementara hujan ringan diprediksi mengguyur Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, serta Palangkaraya. Sementara itu, kondisi berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Pangkalpinang, Palembang, Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin.
Di wilayah timur Indonesia, hujan sedang berpotensi terjadi di Nabire, sedangkan hujan ringan diperkirakan turun di Denpasar, Kupang, Palu, Mamuju, Kendari, Makassar, Ambon, serta sebagian besar wilayah Papua. Kondisi berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Manado, Gorontalo, dan Mataram, sementara udara kabur berpotensi terjadi di Ternate.
BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.



















