Headline.co.id, Kutai Timur ~ Sanggata. Satuan Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutai Timur (Kutim) melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutim. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua menu yang didistribusikan kepada siswa dan tenaga pendidik aman, sehat, dan layak konsumsi.
Pemeriksaan dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan Tim Sidokkes dan unsur pengawasan internal Polres Kutim. Dalam kegiatan ini, petugas melakukan uji organoleptik terhadap seluruh menu MBG yang akan didistribusikan. Uji ini meliputi pemeriksaan bentuk, warna, bau, dan rasa makanan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum sampai ke tangan penerima manfaat.
Menu yang diperiksa terdiri dari nasi putih, ayam serundeng, tumis wortel jagung, tempe mendoan, dan buah melon madu. Selain porsi reguler kecil dan besar, SPPG Polres Kutim juga menyiapkan menu khusus bagi siswa yang memiliki alergi makanan tertentu. Sebanyak 1.247 penerima manfaat, termasuk siswa SDN 011, SDN 015, TK Kemala Bhayangkari, serta para guru di masing-masing sekolah, menerima distribusi MBG ini. Distribusi dilakukan menggunakan dua unit kendaraan operasional MBG Polres Kutim.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh makanan memenuhi standar kelayakan konsumsi dan aman untuk didistribusikan. Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menyatakan bahwa pengawasan terhadap program MBG merupakan bentuk komitmen Polres Kutim dalam mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak di wilayah Kutai Timur.
“Melalui pengawasan yang dilakukan Sidokkes bersama tim terkait, kami ingin memastikan setiap makanan yang diterima siswa benar-benar aman, sehat, dan bergizi. Program MBG ini bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan higenitasnya tetap terjaga,” ujar Kapolres pada Selasa (12/5/26).
Ia menegaskan bahwa Polres Kutim akan terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap proses pengolahan hingga pendistribusian MBG agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para pelajar. “Harapan kami, program ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan semangat belajar anak-anak, sehingga mampu mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.




















