Headline.co.id, Bogor ~ Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya Polri bertindak adil dan tidak menjadi alat politik saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Dalam pidatonya, Presiden mengingatkan agar Polri tidak dikendalikan oleh segelintir orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan berlimpah. “Polri harus menjadi penegak hukum yang adil dan tidak tebang pilih,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga hukum harus ditegakkan sebagai pelindung masyarakat, terutama bagi warga yang lemah dan mencari keadilan. Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak melakukan kriminalisasi atau penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugasnya. “Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.
Ancaman Kejahatan Serius
Presiden Prabowo juga menyoroti berbagai ancaman kejahatan serius yang masih dihadapi Indonesia, seperti narkotika, judi online, perdagangan orang, dan korupsi. Ia meminta Polri untuk tidak lengah dan terus meningkatkan upaya pemberantasan terhadap berbagai bentuk kejahatan tersebut. “Tindak kejahatan ini sangat merugikan Indonesia, mulai dari merusak generasi bangsa hingga menyebabkan kerugian negara,” jelas Presiden.
Apresiasi Kinerja Polri
Di sisi lain, Presiden mengapresiasi kinerja Polri bersama sejumlah lembaga dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, serta mempertahankan nihil insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. “Polri telah menunjukkan kinerja yang baik, namun jangan cepat berpuas diri karena tantangan penegakan hukum masih sangat besar,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan mengingatkan bahwa berbagai kejahatan tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Polri diharapkan terus berkomitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.




















