Headline.co.id, Morowali ~ Pemerintah Kabupaten Morowali bersama Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG 3 kilogram dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperketat pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi di wilayah Kabupaten Morowali. Langkah ini dilakukan pada Senin (9/3/2026) untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tabung 3 kilogram bersubsidi berjalan dengan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan ini juga bertujuan mengantisipasi potensi penyalahgunaan distribusi yang dapat merugikan masyarakat.
Kegiatan pengawasan dimulai dengan briefing tim di Kantor Bupati Morowali, yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan Satgas BBM dan LPG 3 kilogram Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pertemuan tersebut, tim melakukan koordinasi dan menyusun langkah-langkah pengawasan di lapangan. Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram untuk memastikan harga tetap wajar dan penyaluran tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Iriane menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali telah membangun koordinasi lintas instansi dengan melibatkan Polres Morowali, Satuan Polisi Pamong Praja, serta sejumlah perangkat daerah terkait untuk memantau distribusi LPG di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik penjualan LPG bersubsidi di atas harga yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan mengambil tindakan tegas hingga pencabutan izin pangkalan. “Jika ditemukan penjualan dengan harga tidak wajar, tentu akan kami tindak tegas. Tujuannya agar masyarakat tetap mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga yang semestinya,” tegas Iriane.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto, menjelaskan bahwa harga LPG 3 kilogram yang wajar di tingkat masyarakat berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung. Apabila ditemukan harga yang jauh melampaui kisaran tersebut, maka akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali bersama Satgas BBM dan LPG 3 kilogram Provinsi Sulawesi Tengah berharap distribusi energi bersubsidi dapat lebih terkontrol dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Setelah briefing, tim langsung melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Bungku Tengah, termasuk SPBU Bungku serta pangkalan LPG di Desa Bahomohoni dan Desa Bente. Pengawasan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Bungku Timur dengan meninjau pangkalan LPG di Desa Kolono. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, untuk bersama menjaga ketertiban distribusi BBM dan LPG bersubsidi demi mendukung kesejahteraan masyarakat Morowali.






















