Headline.co.id, Banda Aceh ~ Aceh Ramadan Festival (Ramfest) 2026 resmi ditutup dengan acara buka puasa bersama yang dihadiri ribuan warga di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, pada Jumat (6/3/2026). Penutupan festival ini juga bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadhlullah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam kegiatan buka puasa bersama ini, setiap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) membawa hidangan untuk dinikmati bersama masyarakat. Warga yang hadir juga disuguhi hidangan khas Aceh berupa kuah beulangong yang disiapkan dalam wadah khusus. Selain itu, panitia membagikan air tebu secara gratis kepada masyarakat yang berbuka puasa di Masjid Raya Baiturrahman. Suasana buka puasa pada hari ke-16 Ramadan tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Penutupan resmi Aceh Ramadan Festival ditandai dengan pemukulan beduk menjelang waktu berbuka puasa. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menerima piagam penghargaan Aceh Ramadan Festival sebagai salah satu dari 125 event dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga menyerahkan sertifikat penetapan Masjid Raya Baiturrahman sebagai Cagar Budaya Nasional kepada Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman.
Fadhlullah menyatakan bahwa masyarakat Aceh setiap tahun memperingati malam Nuzulul Qur’an dengan meriah. Untuk kegiatan buka puasa bersama kali ini, panitia menyediakan ribuan porsi makanan yang berasal dari sumbangan pengusaha, SKPA, serta badan usaha milik daerah (BUMD) di Aceh. “Hari ini kami menghadirkan hidangan buka puasa lebih kurang 5.000 porsi makanan untuk buka bersama masyarakat yang berbuka di masjid raya ini,” ujarnya.
Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya menjadi ikon Aceh, tetapi juga telah menjadi ikon nasional. “Tadi dengan adanya penyerahan sertifikat situs cagar budaya Indonesia itu membuktikan bahwa ini sebagai sebuah kebanggaan. Ini kebanggaan bangsa Indonesia dan pemerintah secara resmi mengakui ini situs pariwisata Indonesia,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, menjelaskan bahwa Aceh Ramadan Festival 2026 berlangsung pada 1–7 Maret 2026 dengan mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah.” Tema tersebut merepresentasikan perjalanan spiritual Ramadan yang memadukan ibadah, budaya, ekonomi umat, serta kebersamaan masyarakat Aceh sebagai identitas Serambi Mekkah. Menurut Dedy, festival tersebut kembali terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program strategis Kementerian Pariwisata yang menghadirkan 125 event terbaik dari 38 provinsi di Indonesia.
Aceh bahkan mencatat capaian membanggakan dengan tiga agenda wisata yang masuk dalam KEN 2026, yakni Aceh Ramadan Festival, Aceh Culinary Festival yang berhasil masuk Top 10 KEN 2026, serta Banda Aceh Colossal Coffee Experience. “Melalui festival ini, pemerintah berharap Aceh Ramadan Festival tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi ruang spiritual, ruang kebersamaan umat, penguatan ekonomi syariah, sekaligus momentum memperkenalkan Aceh sebagai destinasi religi dunia yang damai, ramah, dan penuh keberkahan,” kata Dedy.





















