Headline.co.id, Jogja ~ Prof. Abdul Mustaqim, pakar tafsir maqashidi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyampaikan ceramah sebelum salat tarawih di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata. Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari penguatan pemahaman keislaman jamaah menjelang ibadah tarawih. Dalam ceramahnya, Prof. Mustaqim memaparkan lima tujuan pokok Al-Qur’an yang menjadi landasan ajaran Islam. Materi ini disampaikan untuk memberikan perspektif moderat dan komprehensif terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial.
Prof. Abdul Mustaqim menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab ibadah, tetapi juga pedoman kehidupan yang menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia menjelaskan lima tujuan utama Al-Qur’an, yakni kemanusiaan (humanity), keadilan (justice), kesetaraan (equality), moderasi (wasathiyyah), serta kebebasan yang bertanggung jawab (responsible freedom).
“Al-Qur’an diturunkan untuk memuliakan manusia dan menjaga martabat kemanusiaan,” ujar Prof. Mustaqim dalam ceramahnya.
Ia menjelaskan bahwa nilai kemanusiaan menjadi dasar relasi sosial dalam Islam, sehingga setiap individu harus dihormati martabatnya. Selain itu, prinsip keadilan disebut sebagai pilar penting yang mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari hukum, sosial, hingga ekonomi.
Prof. Mustaqim menambahkan bahwa Al-Qur’an menolak praktik ketidakadilan, termasuk oligarki dan sistem ribawi yang berpotensi menindas kelompok lemah. “Nilai keadilan harus ditegakkan dalam seluruh dimensi kehidupan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti konsep kesetaraan sebagai ajaran yang menegaskan seluruh manusia setara di hadapan Allah. Menurutnya, pesan ini sekaligus menjadi dasar penghapusan diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam aspek moderasi, Prof. Mustaqim menekankan pentingnya sikap wasathiyyah atau jalan tengah. Ia menyatakan bahwa Al-Qur’an mengarahkan umat Islam untuk menghindari sikap ekstrem, baik radikal maupun liberal.
“Al-Qur’an mengajarkan umat untuk berada di tengah, tidak ekstrem kanan maupun kiri,” ujarnya.
Sementara itu, prinsip kebebasan yang bertanggung jawab dijelaskan sebagai kebebasan manusia dalam memilih, namun tetap terikat pada pertanggungjawaban moral kepada Allah dan tanggung jawab sosial kepada sesama.
Ceramah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata yang menghadirkan narasumber akademisi untuk memperkaya pemahaman jamaah. Materi yang disampaikan Prof. Abdul Mustaqim diharapkan dapat memperkuat perspektif moderasi beragama serta penerapan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.





















