Headline.co.id, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Mengadakan Koordinasi Dan Pendampingan Pengelolaan Arsip Di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Pada Jumat ~ 20 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola kearsipan melalui penerapan sistem klasifikasi, penataan arsip aktif dan inaktif, serta Jadwal Retensi Arsip (JRA) sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kedatangan tim dari Dinas Kearsipan disambut oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Nining Jakaria. Nining menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut yang bertujuan untuk mendampingi penataan arsip, baik yang aktif maupun inaktif. “Arsip di Dinas Kesehatan jumlahnya cukup banyak dan masih terdapat arsip yang menumpuk serta belum terkelola dengan baik. Pendampingan terakhir dilakukan pada tahun 2025, khusus untuk arsip tahun 2019,” ujar Nining.
Nining juga menambahkan bahwa volume arsip di instansinya cukup besar dan sebagian belum tertata dengan optimal. Kegiatan pendampingan ini akan melibatkan para pengelola arsip internal serta siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Negeri 1 Gorontalo yang sedang melaksanakan praktik di Dinas Kesehatan. Para siswa akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai proses identifikasi, klasifikasi, hingga penataan dokumen.
Koordinasi ini merupakan langkah awal dalam memperkuat tata kelola kearsipan, mulai dari sistem klasifikasi, penataan arsip aktif dan inaktif, hingga penerapan Jadwal Retensi Arsip (JRA) sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas berbagai kendala teknis yang dihadapi masing-masing bidang dalam pengelolaan dokumen.
Kepala Bidang Kearsipan yang memimpin tim menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana arsip di Dinas Kesehatan telah dikelola dengan baik. Pihaknya berharap dalam pendampingan teknis di unit kerja, petugas pengelola arsip dapat terlibat langsung dalam proses pengolahan arsip. “Dengan keterlibatan langsung, unit kearsipan diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada unit pengolah arsip di setiap bidang, termasuk kepada siswa PKL. Arsip yang tertata dengan baik akan memudahkan proses identifikasi, pengelompokan, penyusunan daftar arsip, serta penataan fisik berkas sehingga dokumen dapat ditemukan dengan cepat saat dibutuhkan,” jelasnya.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan tercipta kesamaan langkah dan komitmen bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dengan Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kearsipan. Hal ini mencakup penyiapan tenaga pengelola arsip, baik pada unit kearsipan di sekretariat maupun unit pengolah di masing-masing bidang. Selain itu, dinas terkait diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana pendukung, termasuk penyediaan ruang penyimpanan arsip yang memadai, terutama bagi arsip yang telah dikelola melalui aplikasi SRIKANDI.





















