Headline.co.id, Kapolrestabes Surabaya ~ Kombes Luthfie Sulistiawan, memberikan instruksi tegas kepada jajarannya untuk melakukan tindakan tembak di tempat terhadap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang membahayakan masyarakat. Instruksi ini dikeluarkan pada Rabu, 21 Januari 2026, sebagai upaya untuk menanggulangi aksi pencurian yang meresahkan masyarakat. Kombes Luthfie menegaskan bahwa tindakan tegas dan terukur dapat dilakukan jika pelaku membahayakan petugas dan masyarakat.
Dalam acara Bazar Pengembalian Barang Bukti, Polrestabes Surabaya mengembalikan ratusan kendaraan bermotor hasil sitaan kepada pemiliknya. Dari total 1.050 kendaraan yang terkumpul, 107 unit merupakan hasil tangkapan terbaru yang sedang dalam proses identifikasi sejak awal 2025 hingga Januari 2026. Meskipun beberapa kendaraan mengalami kerusakan pada nomor rangka dan mesin, pihak kepolisian berkomitmen untuk melacak pemilik aslinya.
Kapolrestabes menjamin bahwa proses pengambilan kendaraan bermotor tersebut dilakukan dengan transparansi penuh dan tidak ada biaya yang dibebankan kepada korban. Sebagai langkah preventif jangka panjang, Polrestabes Surabaya juga membagikan alarm motor anti maling kepada 30 warga yang beruntung dalam kegiatan tersebut. Masyarakat yang kehilangan motor diimbau untuk segera mengecek daftar kendaraan di Mapolrestabes Surabaya dengan membawa dokumen kepemilikan seperti BPKB atau surat keterangan dari pihak pembiayaan.
Salah satu korban pencurian motor, Ayu Kemalia dari Gresik, menceritakan pengalamannya kehilangan sepeda motor di kawasan Kutisari, Surabaya, pada 11 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat diajak bertemu seseorang di sebuah warung makan, dan pelaku meminjam motor dengan alasan mengambil berkas, namun tidak kembali. Setelah mengetahui motornya ditemukan dalam kegiatan Bazar Pengembalian Barang Bukti, Ayu bersama suaminya langsung mendatangi Mapolrestabes Surabaya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Surabaya yang telah membantu masyarakat dalam menemukan dan menangani kasus curanmor dengan serius.





















