Highlight Berita Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia per 17 Juni 2026:
Headline.co.id, Jakarta ~ Harga bahan bakar minyak di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat setelah Pertamina melakukan penyesuaian terhadap sejumlah produk BBM nonsubsidi yang berlaku per 16 Juni 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green, sementara Pertamina Dex serta Dexlite justru mengalami penurunan harga. Penyesuaian ini dilakukan Pertamina sebagai badan usaha penyedia energi yang secara berkala mengevaluasi harga mengikuti dinamika pasar dan pergerakan harga minyak dunia.
Perubahan harga bahan bakar minyak di Indonesia tersebut berdampak pada konsumen di berbagai daerah yang perlu menyesuaikan pilihan BBM sesuai kebutuhan kendaraan dan kemampuan anggaran. Salah satu kenaikan tertinggi tercatat pada Pertamax di wilayah Jawa Barat yang melonjak Rp3.950 per liter dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026.
Melalui pembaruan daftar resmi yang dirilis Pertamina Patra Niaga, masyarakat kini dapat memantau perkembangan harga bahan bakar minyak di Indonesia di masing-masing provinsi. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan dan tetap dipertahankan pemerintah.
“Sebagai badan usaha penyedia energi, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga, terutama untuk produk BBM nonsubsidi yang mengikuti dinamika pasar dan harga minyak dunia,” demikian keterangan yang dikutip dari informasi resmi Pertamina Patra Niaga.
Pertamax dan Pertamax Green Mengalami Kenaikan
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada produk Pertamax. Di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax kini dijual Rp16.250 per liter.
Sebelumnya, harga Pertamax berada di level Rp12.300 per liter. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter sejak 10 Juni 2026.
Tidak hanya Pertamax, Pertamax Green juga mengalami penyesuaian cukup tinggi. Produk BBM ramah lingkungan tersebut naik Rp4.100 per liter dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter di wilayah yang memasarkannya.
Sementara itu, Pertamax Turbo yang telah mengalami penyesuaian lebih awal pada Juni 2026 juga tercatat naik dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter.
Pertamina Dex dan Dexlite Justru Turun
Berbeda dengan produk bensin nonsubsidi, sejumlah BBM diesel justru mengalami penurunan harga.
Pertamina Dex yang sebelumnya dibanderol Rp27.900 per liter kini turun menjadi Rp24.800 per liter atau berkurang Rp3.100 per liter.
Penurunan juga terjadi pada Dexlite. Produk tersebut kini dipasarkan Rp23.000 per liter setelah sebelumnya berada di angka Rp26.000 per liter.
Kondisi ini memberikan alternatif bagi pengguna kendaraan diesel untuk memperoleh BBM dengan harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Daftar Harga BBM Pertamina 16 Juni 2026 di Sejumlah Wilayah
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada 16 Juni 2026 berdasarkan informasi resmi Pertamina Patra Niaga:
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
- Pertamax Green: Rp17.000 per liter (wilayah tertentu)
- Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
- Dexlite: Rp23.000 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Wilayah ini mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sumatera
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
- Dexlite: Rp23.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau:
- Pertamax: Rp17.000 per liter
- Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.900 per liter
- Dexlite: Rp24.000 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
FTZ Sabang:
- Pertamax: Rp15.250 per liter
- Dexlite: Rp21.550 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
FTZ Batam:
- Pertamax: Rp15.400 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp23.350 per liter
- Dexlite: Rp21.850 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Kalimantan
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur:
- Pertamax: Rp16.550 per liter
- Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
- Dexlite: Rp23.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara:
- Pertamax: Rp16.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.900 per liter
- Dexlite: Rp24.000 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Sulawesi
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
- Dexlite: Rp23.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Maluku dan Papua
Maluku dan Maluku Utara:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Dexlite: Rp23.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Dexlite: Rp23.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
- Dexlite: Rp23.500 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Konsumen Diimbau Menyesuaikan Kebutuhan BBM
Perubahan harga pada sejumlah produk nonsubsidi membuat masyarakat perlu kembali mempertimbangkan jenis BBM yang digunakan.
Kenaikan pada Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo dapat memengaruhi pengeluaran pengguna kendaraan berbahan bakar bensin. Sebaliknya, turunnya harga Pertamina Dex dan Dexlite memberikan ruang efisiensi bagi pengguna kendaraan diesel.
Dengan adanya pembaruan ini, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi Pertamina Patra Niaga agar memperoleh data terbaru terkait harga BBM di daerah masing-masing serta dapat menyesuaikan kebutuhan energi secara bijak sesuai kondisi keuangan.























