Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menargetkan peningkatan kualitas pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Upaya ini akan dilakukan melalui proses akreditasi dan sertifikasi SPPG. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dengan memastikan semua SPPG terakreditasi dan tersertifikasi,” ujar Dadan pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dadan menjelaskan bahwa SPPG yang sudah ada harus menjalani proses akreditasi dan sertifikasi untuk memastikan peningkatan kualitas layanan. Pada tahun ini, BGN menargetkan pembentukan total 28.000 SPPG di kawasan aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil, dengan sasaran 82,9 juta penerima manfaat MBG. “Kami berupaya menjangkau lebih banyak penerima manfaat dengan meningkatkan jumlah SPPG,” jelasnya.
Per 19 Januari 2026, tercatat sudah ada 21.102 SPPG yang melayani 58,3 juta penerima manfaat program MBG. Dana operasional harian untuk program ini mencapai Rp855 miliar. Dari anggaran tersebut, 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan, 20 persen untuk biaya operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif bagi mitra yang terlibat dalam program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai pada 6 Januari 2025 dengan peluncuran awal 190 SPPG di 26 provinsi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dan mendukung kesehatan nasional.






















