Headline.co.id, Lampung ~ Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025 dengan total kunjungan wisatawan mencapai 24.702.664 perjalanan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan ini naik signifikan 53,50 persen dibandingkan periode Januari–November tahun sebelumnya, menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera. Capaian tersebut tidak hanya memperkuat posisi Lampung di peta pariwisata nasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi daerah, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan UMKM. Tren positif ini tercatat berlangsung konsisten sepanjang tahun dan tidak bersifat musiman.
Secara nasional, Lampung masuk dalam 10 destinasi wisata yang paling diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pada September 2025, Lampung berada di peringkat kesembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama.
Dari perspektif regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara. Momentum pertumbuhan ini juga terlihat saat periode puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, estimasi kunjungan wisatawan ke Lampung mencapai sekitar 2,35 juta orang dan menempatkan daerah ini dalam daftar 10 tujuan favorit wisatawan nasional.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah tercatat sangat signifikan. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung mencatat sektor ini menyumbang sekitar Rp 53.110.727.600.000 terhadap perekonomian daerah, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 74 persen, tercepat dalam lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Lampung Triwulan III 2025, sektor pariwisata menyumbang hampir 6 persen terhadap PDRB.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya mendorong kunjungan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” demikian keterangan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam rilis kinerjanya.
Dari sisi belanja wisatawan, rata-rata pengeluaran sepanjang 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,15 juta per kunjungan. Perputaran uang tersebut memberikan dampak luas bagi lebih dari 3.000 UMKM, khususnya di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.
Dampak positif juga tercermin pada penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4.853 ribu orang, dengan tambahan tenaga kerja terserap sebanyak 65,79 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal, sekaligus berperan menjaga tingkat pengangguran tetap terkendali.
Kinerja pariwisata turut tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung rata-rata tahun 2024 tercatat sebesar 47,11 persen. Pada November 2025, TPK hotel berbintang meningkat menjadi 48,93 persen, sementara hotel nonbintang berada di angka 25,60 persen.
Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terpusat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Wilayah tersebut menjadi episentrum pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, didukung oleh destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta beragam wisata alam dan bahari lainnya.
Pertumbuhan ini juga ditopang oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dukungan penyelenggaraan event unggulan seperti Krakatau Festival dan Lampung Festival, serta pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run, dinilai memperkuat daya saing dan keberlanjutan pariwisata Lampung.




















