Headline.co.id, Jakarta ~ Amerika Serikat dipastikan kembali berhadapan dengan Paraguay pada fase grup Piala Dunia 2026, sebuah duel yang menyimpan kenangan manis bagi Folarin Balogun. Penyerang andalan AS itu menjadi sorotan setelah mengaku optimistis timnya mampu mengulang kemenangan atas Paraguay berbekal pengalaman pertemuan sebelumnya. Balogun menyampaikan pandangannya dalam wawancara bersama FIFA menjelang turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Menurutnya, keberhasilan mengalahkan Paraguay pada November lalu menjadi modal psikologis penting dalam menghadapi laga besar tersebut.
Penampilan impresif folarin balogun bersama AS Monaco turut memperkuat keyakinan publik terhadap peluang Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Pemain kelahiran New York itu tidak hanya menjadi tumpuan lini depan tim nasional, tetapi juga tengah menikmati salah satu periode terbaik dalam kariernya di level klub.
Dalam konteks Amerika Serikat vs Paraguay, Balogun menilai faktor pengalaman menghadapi lawan yang sama dapat memberikan keuntungan tersendiri. Namun, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena dengan hasil positif sebelumnya.
Folarin Balogun: Paraguay Tetap Lawan yang Sulit
Undian fase grup Piala Dunia 2026 mempertemukan Amerika Serikat dengan Australia dan Paraguay, dua tim yang berhasil mereka kalahkan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, Turki berpotensi menjadi lawan berikutnya apabila mampu lolos dari jalur play-off UEFA.
Bagi Balogun, kedekatan pengalaman menghadapi lawan-lawan tersebut akan membantu proses persiapan tim.
“Ketik a Anda bermain melawan tim yang baru saja Anda hadapi, analisis lawan menjadi sedikit lebih mudah. Kenangan para pemain tentang pertandingan tersebut akan terasa lebih familiar,” ujar Balogun kepada FIFA.
Ia mengakui Paraguay bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
“Saat bermain melawan Paraguay, saya tahu betapa sulit dan fisiknya pertandingan itu. Saya pikir hal itu akan membantu kami dan kami perlu memanfaatkan itu sebagai keunggulan,” katanya.
Balogun menambahkan bahwa kemenangan sebelumnya menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Negeri Paman Sam.
“Saya pikir keunggulan psikologis terbesar adalah bahwa kami menang melawan Australia dan Paraguay. Kami tahu kami bisa menang. Jika taktik, intensitas, dan komitmen yang saya yakin akan diterapkan di Piala Dunia tepat sasaran, maka tidak ada alasan mengapa kami tidak bisa menang lagi,” ungkapnya.
Gol Penentu Kemenangan atas Paraguay Jadi Momen Penting
Nama Balogun semakin mendapat perhatian setelah mencetak gol penentu kemenangan saat Amerika Serikat mengalahkan Paraguay di Chester, Pennsylvania, pada November lalu.
Gol tersebut menjadi bukti konsistensi sang penyerang yang mampu membawa performa apiknya di level klub ke tim nasional.
“Itu bagus. Saya sedang dalam tren mencetak gol secara berturut-turut dalam pertandingan besar, dan membawa performa itu dari klub ke tim nasional adalah hal yang baik bagi saya,” ujar pemain bernomor punggung 20 tersebut.
Menurut Balogun, kemenangan atas tim-tim kuat merupakan fondasi penting dalam membangun mental juara.
“Mereka adalah tim yang sangat tangguh, dan menurut saya aspek terpenting bagi kami di tim nasional adalah mulai meraih kemenangan-kemenangan ini. Jadi, berkontribusi dalam hal itu melawan Paraguay adalah sesuatu yang membuat saya senang,” katanya.
Mauricio Pochettino Dinilai Ubah Mental Tim
Balogun juga menyoroti pengaruh besar pelatih Mauricio Pochettino terhadap peningkatan performa Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menilai mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu berhasil menciptakan persaingan sehat di dalam skuad.
“Saya pikir kita harus memberikan apresiasi kepada Pochettino dan stafnya. Mereka telah menciptakan atmosfer di mana tidak ada yang merasa posisinya terjamin,” ujar Balogun.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat seluruh pemain terdorong untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Namun, Pochettino datang dengan filosofi yang benar-benar baru. Jika dia merasa seseorang bermain dengan baik dan bermain di liga seperti Major League Soccer, dia akan memilihnya,” kata Balogun.
“Hal ini menjadi peringatan bagi semua orang dan tentu saja akan menimbulkan reaksi, tetapi dia juga berhasil menambahkan kecerdasan dan sisi taktis ke dalamnya. Saya pikir kedua aspek tersebut mulai bersatu dengan baik,” lanjutnya.
Bersinar Bersama Monaco, Balogun Dilirik Liga Premier
Selain tampil impresif bersama tim nasional, Balogun juga sedang menikmati musim terbaiknya bersama AS Monaco.
Berdasarkan catatan musim 2025-2026, penyerang berusia 24 tahun itu telah mencatatkan 15 gol dan lima assist dalam 36 pertandingan di seluruh kompetisi. Ia juga menjadi pemain Amerika Serikat pertama yang mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan Liga Champions UEFA secara beruntun.
Performa tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya Balogun ke Liga Premier Inggris. Laporan menyebut sejumlah klub Inggris mulai memantau perkembangan mantan pemain Arsenal tersebut.
Mantan kiper tim nasional Amerika Serikat, Brad Friedel, bahkan meyakini Balogun memiliki kapasitas untuk bersaing di klub papan atas Inggris.
“Dengan Balogun, saya pikir Balogun bisa bermain di salah satu klub besar karena dia akan dianggap sebagai pemain yang lebih berpengalaman berdasarkan riwayatnya di Eropa,” ujar Friedel kepada GOAL bekerja sama dengan MrQ.
“Saya sama sekali tidak akan terkejut jika melihat Balogun atau Pepi bermain di Inggris musim depan, dan saya pikir keduanya bisa sukses di Liga Premier,” tambahnya.
Bermimpi Ciptakan Kejutan di Piala Dunia 2026
Meski fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim bersama Monaco, Balogun tidak menutupi ambisinya untuk membawa Amerika Serikat menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.
Ia berharap dapat menghadapi tim-tim elite dunia dan mengubah persepsi terhadap kekuatan sepak bola Amerika Serikat.
“Saya memang suka ide kita membuat kejutan, kita benar-benar tampil kuat melawan tim kuat, entah itu Portugal, Argentina, Prancis,” kata Balogun.
“Ada momen-momen krusial dalam sepak bola ketika tim mengalahkan tim papan atas dan hal itu mengubah persepsi global tentang bagaimana mereka dipandang,” lanjutnya.
“Prancis, Argentina, Portugal, Spanyol, inilah negara-negara yang ingin saya kejutkan,” tutup Balogun.
Dengan modal kepercayaan diri tinggi, ketajaman bersama Monaco, serta atmosfer kompetitif yang dibangun Mauricio Pochettino, Folarin Balogun kini menjadi salah satu harapan terbesar Amerika Serikat untuk melangkah jauh dan menciptakan cerita baru di Piala Dunia 2026.




















