Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan revitalisasi kepada 1.277 sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2026. Program tersebut menyasar 553 SMK negeri dan 724 SMK swasta di berbagai daerah untuk memperbaiki ruang kelas, ruang praktik, sanitasi, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Bantuan dilaksanakan melalui pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan, dan pengecatan. Kemendikdasmen menekankan pengelolaan bantuan secara transparan dan akuntabel agar fasilitas yang dibangun benar-benar mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Pengelolaan bantuan menjadi perhatian utama karena anggaran tersebut berasal dari pajak masyarakat. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meminta sekolah menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan serta menolak permintaan pungutan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan.
“Uang yang diterima oleh sekolah-sekolah itu adalah uang pajak rakyat yang didapatkan dengan susah payah oleh negara. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada kita semua untuk betul-betul menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Fajar saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/11/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Revitalisasi SMK mencakup ruang praktik dan sanitasi
Bantuan revitalisasi SMK tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki tampilan bangunan. Fasilitas yang menjadi sasaran meliputi ruang kelas, ruang praktik keterampilan, toilet aksesibel, serta sarana lain yang menunjang kegiatan belajar.
Kemendikdasmen juga menekankan kualitas pekerjaan sejak tahap perencanaan hingga pembangunan selesai. Sekolah diminta menggunakan material sesuai spesifikasi teknis agar bangunan tidak cepat rusak dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurut Fajar, fasilitas pendidikan yang layak menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Ruang kelas yang nyaman, ruang praktik yang memadai, dan sanitasi yang baik dapat membantu guru serta peserta didik menjalankan kegiatan belajar secara optimal.
“Perbaikan fasilitas sekolah, baik rehabilitasi maupun pembangunan fisik, sebenarnya salah satu muaranya adalah meningkatkan kualitas belajar di sekolah,” tuturnya.
Fajar juga mengingatkan sekolah untuk melakukan pemeliharaan rutin terhadap bangunan dan fasilitas yang telah diperbaiki. Perawatan tersebut diperlukan agar manfaat bantuan tetap dirasakan setelah pekerjaan pembangunan atau renovasi selesai.
Bimtek diikuti 519 SMK calon penerima bantuan
Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menggelar Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 pada 3–6 November 2026. Kegiatan tersebut diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan, bimtek memberikan pemahaman mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pelaksanaannya. Peserta yang terdiri atas kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
“Keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan sekaligus mengelola sarana dan prasarana dengan tertib, cermat, dan akuntabel,” ujar Tatang.
Pembekalan tersebut ditujukan agar sekolah memahami tanggung jawab teknis dan administratif selama mengelola bantuan. Ketepatan perencanaan, kesesuaian spesifikasi bangunan, dan kelengkapan laporan menjadi bagian penting untuk memastikan anggaran digunakan bagi fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam pelaksanaan program, aspek pengawasan juga diperkuat. Kemendikdasmen meminta seluruh pihak menjalankan proses secara transparan dan menolak permintaan biaya di luar ketentuan. Jajaran direktorat di lingkungan kementerian bersama dinas pendidikan provinsi telah menandatangani pakta integritas sebagai upaya mencegah penyimpangan.
SMK Al-Barokah Cianjur renovasi ruang kelas
Kebutuhan revitalisasi dirasakan sekolah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan. Kepala SMK Al-Barokah di Cianjur Selatan, Jawa Barat, M. Apep Mubarok, mengatakan sekolahnya masih membutuhkan ruang kelas baru dan ruang praktik untuk menunjang pembelajaran.
Pada 2026, SMK Al-Barokah memperoleh bantuan untuk merenovasi ruang kelas yang telah tersedia. Perbaikan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan meningkatkan semangat peserta didik.
“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan bantuan revitalisasi untuk merenovasi ruang kelas yang ada. Mudah-mudahan setelah direnovasi, sekolah kami menjadi lebih nyaman dan memberikan semangat baru bagi peserta didik. Kami akan melaksanakan renovasi sebaik-baiknya sesuai ketentuan serta melibatkan unsur warga sekolah,” ujar Apep.
Bagi sekolah yang masih memiliki keterbatasan ruang belajar, bantuan revitalisasi menjadi langkah untuk memperbaiki sarana pendidikan secara bertahap. Namun, manfaat program bergantung pada kesesuaian pekerjaan dengan kebutuhan sekolah, mutu hasil pembangunan, serta pemeliharaan fasilitas setelah digunakan.
Melalui revitalisasi 1.277 SMK, Kemendikdasmen berupaya memperkuat infrastruktur pendidikan vokasi. Fasilitas yang dibangun atau diperbaiki diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembelajaran berbasis keterampilan dan membantu peserta didik mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahliannya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















