Headline.co.id, Lumajang ~ Shila Rahma merintis Sakura Garden, destinasi wisata bernuansa Jepang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak sekitar 2019. Destinasi ini dikembangkan setelah Shila berkunjung ke Jepang dan melihat kemiripan lanskap Gunung Semeru dengan Gunung Fuji. Sakura Garden memadukan penataan taman bergaya Jepang dengan potensi alam dan pertanian di kawasan Sumbermujur. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan pilihan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung di Lumajang.
Inspirasi Sakura Garden dari Gunung Semeru
Gagasan membangun Sakura Garden muncul dari pengalaman Shila saat melakukan perjalanan ke Jepang. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat kemiripan Gunung Semeru di Lumajang dan Gunung Fuji di Jepang.
“Saya pernah berkunjung ke Jepang. Kebetulan, saya melihat potensi Lumajang, terutama Gunung Semeru, yang menurut saya mirip sekali dengan Gunung Fuji. Selain itu, potensi alam dan pertanian di kawasan Sumbermujur juga menjadi inspirasi saya,” ungkap Shila, Minggu (1/11/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengamatan itu kemudian mendorong Shila mengembangkan destinasi wisata dengan mengadaptasi inspirasi dari taman Jepang. Namun, konsep Sakura Garden tetap dibangun berdasarkan potensi yang tersedia di Lumajang, terutama lanskap pegunungan dan kawasan pertanian Sumbermujur.
Perpaduan tersebut menjadi dasar pengembangan Sakura Garden sebagai destinasi wisata lokal. Inspirasi dari Jepang digunakan untuk membentuk konsep, sedangkan lingkungan alam dan pertanian Lumajang menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan.
Taman bergaya Jepang menjadi identitas destinasi
Sakura Garden menghadirkan penataan taman bergaya Jepang sebagai identitas utama kawasan wisata. Kehadiran taman tersebut memberikan suasana berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati destinasi dengan nuansa Jepang di Lumajang.
Konsep taman juga menjadi cara untuk mengemas potensi alam setempat ke dalam pengalaman wisata. Lanskap pegunungan dan lingkungan pertanian tidak hanya dipandang sebagai latar kawasan, tetapi turut menjadi bagian dari gagasan pengembangan Sakura Garden.
Dengan pendekatan itu, Sakura Garden memperkenalkan bentuk wisata yang menggabungkan inspirasi luar negeri dan karakter lokal. Shila memanfaatkan kemiripan lanskap serta potensi kawasan Sumbermujur untuk membangun daya tarik yang khas.
Pengunjung dapat menyewa pakaian bergaya Jepang
Selain taman, pengelola Sakura Garden menyediakan layanan penyewaan pakaian bergaya Jepang. Pengunjung dapat mengenakan pakaian tersebut untuk berfoto di berbagai sudut kawasan.
Fasilitas itu melengkapi konsep taman bergaya Jepang yang menjadi ciri destinasi. Pengunjung tidak hanya menikmati penataan kawasan, tetapi juga dapat menggunakan elemen busana untuk memperkuat pengalaman saat berada di Sakura Garden.
Penyewaan pakaian tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pengelola menghadirkan suasana Jepang di destinasi wisata yang berada di Lumajang. Sementara itu, potensi alam dan pertanian di sekitar kawasan tetap menjadi unsur yang mendukung konsep wisata tersebut.
Peluang generasi muda mengembangkan potensi daerah
Bagi Shila, pengembangan Sakura Garden juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap daerah. Potensi alam dan pertanian di Lumajang, menurutnya, membutuhkan kreativitas agar dapat memiliki daya tarik serta nilai tambah.
Melalui Sakura Garden, Shila mengubah inspirasi dari perjalanan ke Jepang menjadi inisiatif wisata lokal. Ia memanfaatkan potensi yang ditemukan di Lumajang untuk menghadirkan destinasi dengan konsep yang berbeda.
Sakura Garden menunjukkan upaya mengembangkan potensi daerah melalui pengemasan wisata yang memadukan unsur taman Jepang, lanskap Gunung Semeru, serta kawasan pertanian Sumbermujur. Destinasi ini menjadi pilihan wisata bernuansa Jepang di Kabupaten Lumajang.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-wamen-nezar-patria-startup-aceh-harus-ubah-posisi-selat-malaka-jadi-peluang-pasar-global.jpg)











