Headline.co.id, Lumajang ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memproses pengajuan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi pada Sabtu (31/10/2026). Langkah ini disiapkan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD untuk mengantisipasi potensi bencana akibat hujan deras selama musim hujan. Salah satu kejadian yang menjadi perhatian ialah tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Penetapan status tersebut diharapkan memperkuat mitigasi serta mempercepat koordinasi penanganan bencana lintas sektor di Kabupaten Lumajang. BPBD juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pergerakan tanah, terutama masyarakat yang tinggal di lereng bukit atau wilayah dengan kemiringan tanah ekstrem.
BPBD Lumajang Proses Pengajuan SK Bupati
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pengajuan SK Bupati mengenai status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi merupakan bagian dari upaya menghadapi risiko bencana yang dapat muncul akibat hujan deras.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, status tersebut diperlukan untuk memperkuat langkah mitigasi dan mempercepat penanganan apabila terjadi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lumajang.
“Pihak Pemda Lumajang melalui BPBD segera menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai langkah mitigasi dan langkah percepatan penanganan lintas sektor,” jelas Isnugroho, Sabtu (31/10/2026).
Proses pengajuan SK Bupati menjadi langkah administratif yang tengah dilakukan BPBD. Penetapan status siaga darurat juga disiapkan sebagai bagian dari koordinasi penanganan bencana selama musim hujan.
Longsor di Dusun Jonggrang Jadi Perhatian
Dalam upaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi, BPBD Lumajang menaruh perhatian pada kejadian tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo.
Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang disebut dalam konteks kewaspadaan bencana di tengah kondisi hujan deras. BPBD mengingatkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kondisi lereng dan kemiringan tanah ekstrem perlu meningkatkan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
Imbauan itu ditujukan terutama kepada warga yang bermukim di lereng bukit atau area dengan kemiringan tanah ekstrem. Masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi tanah maupun tebing ketika hujan berlangsung cukup lama.
Warga Diminta Waspadai Pergerakan Tanah
Isnugroho menekankan pentingnya kewaspadaan warga di kawasan rawan, khususnya ketika hujan deras turun dalam durasi yang cukup lama. Perubahan pada lingkungan sekitar dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.
“Warga diminta waspada, utamanya mereka yang bertempat tinggal di lereng bukit atau tanah dengan kemiringan ekstrem,” pesannya.
Selain memperhatikan kondisi tempat tinggal, masyarakat juga diimbau mencermati perubahan pada tebing dan kemungkinan pergerakan tanah. Kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi yang dapat dilakukan warga selama musim hujan.
BPBD Kabupaten Lumajang menyiapkan penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sebagai dasar penguatan mitigasi dan percepatan penanganan lintas sektor. Sementara itu, warga di kawasan lereng bukit dan wilayah dengan kemiringan tanah ekstrem diminta tetap waspada terhadap potensi longsor.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















