Headline.co.id, Jakarta ~ Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menjajaki kerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) melalui kegiatan olahraga. Penjajakan dilakukan saat rombongan KONI Pusat mengunjungi Gedung Presisi, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat karakter generasi muda, menjaga keberlanjutan pendidikan, serta mendorong mereka mengisi waktu dengan aktivitas positif. Dalam pertemuan tersebut, KONI Pusat juga memperkenalkan kampanye “Mimpi Besar Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up”.
Rombongan KONI Pusat dipimpin Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Letkol Purn Hamka Handaru. Ia didampingi Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra, Wakil Kepala Bidang Ayu Dyah Pasha dan Martinez dos Santos, serta Deborah Imanuella.
Penjajakan kerja sama KONI dan Densus 88 tersebut menempatkan olahraga sebagai salah satu ruang pencegahan berbasis masyarakat. Selain mengejar prestasi, aktivitas olahraga dinilai dapat mempertemukan generasi muda dengan lingkungan yang mendorong sportivitas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap saling menghormati.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Olahraga Dinilai Perlu Dukungan Lintas Lembaga
Hamka Handaru mengatakan, pengembangan olahraga merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, prestasi olahraga tidak hanya menjadi urusan organisasi olahraga, tetapi juga memerlukan dukungan serta kolaborasi lintas lembaga.
“Kami hadir dari KONI Pusat membawa semangat kolaborasi, prestasi olahraga itu tidak hanya dimiliki KONI tapi semuanya terlibat. Bahu membahu untuk membangun prestasi,” kata Hamka sebagaimana keterangan resminya yang diterima , Jumat (30/10/2026).
Ia menyebut upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia, termasuk pembangunan karakter dan peningkatan prestasi bangsa.
KONI Pusat mengusung visi “Bersatu Berprestasi” sebagai landasan pengembangan olahraga nasional. Dalam pertemuan itu, KONI Pusat juga menyampaikan target jangka panjang untuk membawa Indonesia masuk lima besar Olimpiade 2044.
Densus 88 Buka Peluang Kegiatan Bersama
Kepala Densus 88 Antiteror Polri Irjen Pol Tubagus Ami Prindani menyambut baik penjajakan kolaborasi tersebut. Sambutan Kadensus 88 dibacakan Kasubdit Kontra Ideologi Kombes Pol M. Dofir.
Dalam sambutan itu, pertemuan KONI dan Densus 88 disebut sebagai langkah positif untuk memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus membuka peluang kegiatan nyata bagi masyarakat.
Olahraga, menurut Densus 88, tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Kegiatan tersebut juga memuat nilai pembentukan karakter, seperti sportivitas, persahabatan, kepatuhan terhadap aturan, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai itu dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan mampu berinteraksi secara positif di tengah masyarakat.
Densus 88 juga menilai pencegahan ekstremisme tidak dapat dilakukan oleh satu institusi. Karena itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi olahraga, diperlukan untuk memperluas jangkauan pencegahan.
“Kami berharap dapat membahas berbagai peluang konkret dan terukur, baik kegiatan olahraga bersama, pemanfaatan media dan lain sebagainya,” demikian disampaikan dalam sambutan Kadensus 88.
Kasubdit Kontra Narasi AKBP R. Mufakih menegaskan, penanggulangan terorisme tidak cukup mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut juga membutuhkan pencegahan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Ia menceritakan pengalaman seseorang yang terpapar paham ekstremisme dan berusaha memengaruhi adiknya. Namun, sang adik yang berstatus atlet memiliki kegiatan olahraga rutin sehingga tidak mengikuti ajakan tersebut.
Mufakih menekankan pentingnya pendidikan dan penyebaran gagasan yang lebih baik dalam mencegah berkembangnya paham terorisme.
“Teroris bisa dibunuh dengan senjata tapi terorisme dapat dibunuh dengan pendidikan (ide yang lebih baik),” ujarnya.
Kampanye Dorong Anak Tetap Sekolah dan Berolahraga
Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra menjelaskan, kampanye “Mimpi Besar Sekolah Kelar” dirancang untuk menghubungkan tujuan olahraga prestasi dengan pembangunan sosial masyarakat.
Melalui kampanye tersebut, KONI Pusat mendorong generasi muda tetap mengutamakan pendidikan dan mengisi waktu dengan kegiatan olahraga. Secara teknis, program itu diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi berbagai cabang olahraga oleh KONI di daerah.
Tirto mengatakan, kegiatan olahraga yang terarah dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk mengurangi risiko keterlibatan generasi muda dalam perilaku negatif. Risiko tersebut mencakup intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, kekerasan seksual, tawuran, dan penyalahgunaan narkotika.
Ia juga menceritakan seorang anak dari narapidana terorisme yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara. Kisah tersebut menunjukkan bahwa latar belakang keluarga tidak harus menentukan pilihan dan masa depan seorang anak.
Menurut Tirto, olahraga prestasi memberi kesempatan kepada atlet untuk mewakili daerah dan negara sekaligus menunjukkan kebanggaan terhadap Indonesia.
“Olahraga memiliki peran yang inklusif. Kita tidak memandang siapa mereka atau latar belakangnya. Ketika mereka merasa nyaman melalui olahraga, tujuan akhirnya adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia, dengan Garuda di dada dan bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan,” terang Tirto.
Penjajakan kerja sama KONI Pusat dan Densus 88 itu selanjutnya membuka peluang pemanfaatan olahraga sebagai bagian dari strategi pencegahan berbasis masyarakat. Melalui kegiatan yang terarah, kolaborasi lintas lembaga diharapkan memperluas akses generasi muda terhadap aktivitas positif, memperkuat karakter, serta mendukung pendidikan dan prestasi olahraga.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















