Headline.co.id, Jakarta ~ Jumlah hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi turun menjadi 79 titik secara nasional berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Selasa (27/10/2026) pukul 21.00 WIB. Penurunan 14 titik tersebut terjadi dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 93 titik.
Hotspot karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Riau, tercatat nihil pada Selasa malam. Meski demikian, Kementerian Kehutanan tetap melanjutkan pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan patroli karena data satelit perlu dikonfirmasi dengan kondisi di lapangan.
Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Nihilnya hotspot tidak serta-merta menunjukkan seluruh kebakaran telah padam, terutama di lahan gambut yang memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemadaman Karhutla Masih Berlangsung di Sejumlah Lokasi
Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan pada 27 Oktober menunjukkan penanganan karhutla masih berlangsung di beberapa wilayah.
Di Jambi, api aktif di sejumlah lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yaitu Sungai Cemara, Simpang Datuk, dan Labuhan Pering, telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan kepulan dan titik asap sehingga pembasahan serta penyisiran tetap dilakukan.
Di Sumatra Selatan, kebakaran di Desa Putak, Kabupaten Muara Enim, telah dinyatakan padam. Kebakaran di Pulau Geronggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, juga telah terkendali dan terbantu oleh hujan.
Penanganan masih diperlukan di beberapa lokasi lain, termasuk Tanjung Batu dan Talang Rimba di Kabupaten Ogan Komering Ilir serta Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Kabupaten Banyuasin.
Sementara itu, pemadaman masih berlangsung di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Lokasi yang masih membutuhkan penanganan lanjutan lain Sungai Koran dan kawasan Tjilik Riwut Kilometer 32, Palangka Raya. Kedua lokasi tersebut berada di lahan gambut.
Kebakaran di sejumlah lokasi di Kalampangan dan Sabaru, Kalimantan Tengah, telah dinyatakan padam.
Raja Juli Pantau Penanganan Karhutla di Jambi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mengunjungi Jambi pada Selasa (27/10) untuk memantau langsung penanganan karhutla. Ia bersama Gubernur Jambi Al Haris, jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait mengecek perkembangan penanganan kebakaran yang dinilai membaik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Raja Juli meminta pembasahan terus dioptimalkan dengan memanfaatkan potensi hujan hingga awal November. Ia juga menyampaikan dukungan Bantuan Presiden sebesar Rp125 miliar untuk penanganan karhutla di Jambi.
Bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap, yakni Rp85 miliar pada tahap pertama dan Rp40 miliar pada tahap kedua.
Menurut Raja Juli, nihilnya hotspot tetap harus dikonfirmasi melalui kondisi aktual di lapangan. Periode hujan akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembasahan, sedangkan patroli skala besar disiapkan setelahnya untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
61 Armada Udara Dikerahkan
Dukungan operasi udara tetap disiagakan untuk melengkapi pemadaman dan patroli darat. Sebanyak 61 armada udara dikerahkan, terdiri atas 24 pesawat untuk patroli, CASA, dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 helikopter untuk operasi pengeboman air atau water bombing.
Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan relawan terus melakukan patroli serta pengecekan lapangan.
Penanganan juga mencakup pemadaman langsung, pembasahan, penyekatan penjalaran api, penyisiran bara, pemadaman lanjutan atau mopping up, dan pendinginan hingga kondisi dinyatakan aman.
Kementerian Kehutanan menilai penurunan jumlah hotspot secara nasional dan nihilnya titik panas di enam provinsi prioritas merupakan perkembangan positif yang perlu dipertahankan. Namun, keberhasilan pengendalian karhutla tetap ditentukan oleh kondisi nyata di lapangan.
Petugas masih harus memastikan api dan bara benar-benar padam, mencegah kebakaran berulang, mengurangi dampak asap, melindungi masyarakat, serta menjaga kawasan hutan dan keanekaragaman hayati.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000 agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















