Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menangani kejahatan digital yang meresahkan masyarakat. Penguatan kerja sama itu dibahas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama jajaran Polri di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Kolaborasi dilakukan untuk memadukan langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap penipuan daring, judi online, jual beli data pribadi, hingga penyebaran hoaks. Sinergi tersebut juga mencakup perlindungan infrastruktur telekomunikasi yang menopang layanan internet dan komunikasi masyarakat.
Meutya mengatakan, luasnya persoalan di ruang digital membutuhkan kerja sama lintas lembaga. Menurut dia, penanganan kejahatan digital tidak cukup dilakukan melalui langkah preventif, tetapi juga harus disertai penegakan hukum.
“Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi amat penting dalam kerangka gabungan langkah preventif dan langkah penegakan hukum,” kata Meutya dalam pertemuan tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ragam Kejahatan Digital Jadi Perhatian
Meutya menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di ruang digital. Persoalan itu meliputi jual beli data, penipuan daring atau online scam, judi online, pornografi, perundungan, misinformasi, dan hoaks.
Berbagai persoalan tersebut, kata dia, memerlukan penanganan terpadu agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan. Kemkomdigi dan Polri dinilai perlu memperkuat koordinasi untuk merespons laporan serta menangani aktivitas yang meresahkan secara lebih efektif.
Meutya juga mengapresiasi langkah Polri dalam menangani jaringan judi online. Menurutnya, jaringan tersebut memiliki jangkauan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga lintas negara.
Ia berharap kerja sama yang semakin kuat dapat membantu menekan angka perjudian daring di Indonesia.
“Dengan kolaborasi yang akan kita lihatkan lebih kuat lagi ke depan, maka kita dapat menekan angka judi online di Tanah Air,” ujarnya.
Keamanan Infrastruktur Telekomunikasi
Selain aktivitas ilegal yang menyasar pengguna internet, Kemkomdigi menaruh perhatian pada keamanan infrastruktur telekomunikasi. Meutya mengungkapkan, pencurian kabel telekomunikasi dan perangkat base transceiver station (BTS) dapat mengganggu layanan internet dan komunikasi masyarakat di berbagai wilayah.
Ia mengapresiasi penanganan hukum yang dilakukan Polri terhadap kasus pencurian infrastruktur telekomunikasi. Kasus tersebut berdampak pada terganggunya layanan publik.
Menurut Meutya, perlindungan ruang digital memiliki cakupan yang lebih luas daripada penanganan konten dan aktivitas ilegal di internet. Perlindungan itu juga mencakup upaya memastikan infrastruktur yang menopang konektivitas masyarakat tetap aman.
Dengan demikian, penanganan kejahatan digital dan perlindungan infrastruktur telekomunikasi menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan ruang digital. Gangguan terhadap infrastruktur dapat memengaruhi layanan internet dan komunikasi yang digunakan masyarakat.
Kemkomdigi Siap Tingkatkan Koordinasi
Kemkomdigi, lanjut Meutya, siap memperkuat koordinasi dengan Polri untuk meningkatkan efektivitas penanganan berbagai persoalan tersebut. Sinergi kedua lembaga diharapkan dapat mempercepat respons terhadap laporan masyarakat sekaligus mewujudkan ruang digital yang lebih aman.
“Pada prinsipnya, kami siap berkolaborasi dan berkoordinasi dengan lebih intens lagi dengan Polri,” kata Meutya.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kehadiran Meutya Hafid beserta jajaran Kemkomdigi. Ia mengatakan, perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat perlu diimbangi dengan penguatan literasi digital masyarakat dan penanganan kejahatan secara cepat.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri dengan merujuk pada keresahan masyarakat terhadap penipuan daring dan berbagai kejahatan digital lainnya.
“Ini betul-betul harus kita tindak secara cepat demi keamanan negara,” ujar Suyudi.
Kapolri juga menyoroti penyebaran berita bohong atau hoaks. Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan langkah penanganan sekaligus penguatan regulasi.
Ia berharap penguatan kerja sama Kemkomdigi dan Polri dapat mendukung terwujudnya keamanan digital nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















