Headline.co.id, Jakarta ~ Kasus stroke pada usia produktif meningkat, berdasarkan catatan BPJS Kesehatan hingga 2025. Jumlah kasus stroke secara keseluruhan naik dari 1,47 juta kasus pada 2015 menjadi 9,56 juta kasus pada 2025. Kenaikan itu juga terlihat pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berusia 26–30 tahun, sehingga BPJS Kesehatan mendorong pencegahan dan deteksi dini. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Pada 2025, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 38 ribu kasus stroke pada peserta JKN kelompok usia 26–30 tahun. Sekitar 53 persen dari kasus tersebut dialami laki-laki. Angka itu meningkat dibandingkan sekitar 26 ribu kasus pada 2023 dan 34 ribu kasus pada 2024.
“Penyakit degeneratif seperti stroke sekarang tidak hanya dialami lansia, tetapi juga sudah banyak dialami masyarakat usia produktif,” kata Rizzky.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain mencatat peningkatan kasus, BPJS Kesehatan menyebut pembiayaan penyakit stroke melalui Program JKN mencapai Rp37,47 triliun sepanjang 2015–2025. Menurut Rizzky, perkembangan kasus dan pergeseran tren stroke ke kelompok usia lebih muda perlu direspons melalui pencegahan serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
BPJS Dorong Skrining Riwayat Kesehatan
Rizzky mengajak pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, BPJS Kesehatan, dan masyarakat bekerja sama mengendalikan risiko penyakit stroke. Salah satu langkah yang dapat dilakukan peserta JKN ialah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan satu kali dalam setahun.
Skrining tersebut ditujukan bagi peserta berusia 15 tahun ke atas. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui risiko penyakit kronis melalui pertanyaan mengenai gaya hidup, riwayat penyakit pribadi, serta riwayat kesehatan keluarga.
Peserta dapat mengakses layanan skrining melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs www.bpjs-kesehatan.go.id, atau langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.
Proses skrining berlangsung sekitar 5–10 menit. Melalui pemeriksaan tersebut, peserta dapat mengetahui risiko penyakit kronis yang mungkin dimiliki dan memperoleh dasar untuk melakukan langkah pencegahan serta penanganan lebih awal.
Program Prolanis Muda untuk Penyakit Kronis
Selain skrining, BPJS Kesehatan mengembangkan Program Prolanis Muda untuk merespons peningkatan penyakit kronis, termasuk hipertensi dan diabetes melitus, pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.
Program tersebut berbasis komunitas dan diharapkan mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan generasi muda. Pengembangan program ini dilakukan seiring dengan perhatian BPJS Kesehatan terhadap munculnya penyakit degeneratif pada usia yang lebih muda.
Rizzky juga mengingatkan bahwa keberlanjutan Program JKN bergantung pada prinsip gotong royong melalui iuran peserta. Dalam prinsip tersebut, peserta yang sehat turut membantu membiayai pelayanan kesehatan bagi peserta yang sedang sakit.
Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan menerapkan pola hidup sehat. Upaya tersebut lain dilakukan dengan aktif bergerak dan berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari kebiasaan merokok.
Deteksi Dini Bantu Kendalikan Biaya
BPJS Kesehatan menilai skrining dan penanganan sejak dini tidak hanya penting untuk mengendalikan risiko penyakit, tetapi juga membantu mengendalikan biaya pengobatan penyakit kronis. Risiko kesehatan yang tidak diketahui dan tidak ditangani sejak awal dapat berkembang menjadi kondisi lebih parah.
“Skrining dan penanganan sejak dini juga berperan dalam mengendalikan biaya penyakit kronis. Risiko yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani sejak awal dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah dan membutuhkan biaya pengobatan lebih besar,” pungkas Rizzky.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















