Headline.co.id, Tulang Bawang ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menyelesaikan pembangunan 10 sumur bor di Desa Penawar Baru, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, untuk mengatasi kekeringan sawah akibat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Seluruh sumur bor tersebut selesai dibangun per 16 Oktober 2026 dan siap dimanfaatkan petani sebagai sumber air untuk mendukung musim tanam padi berikutnya. Pembangunan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung karena sumber air terdekat, Sungai Tulang Bawang, berjarak sekitar lima kilometer dari area pertanian.
Kementerian PU membangun 10 sumur bor itu sebagai sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang selama ini mengandalkan sistem tadah hujan. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung pengairan lahan pertanian seluas 15 hektare di Desa Penawar Baru.
Kekeringan di Kabupaten Tulang Bawang berdampak pada sekitar 150 hektare Lahan Baku Sawah (LBS). Di tengah kondisi tersebut, pembangunan sumur bor diharapkan membantu petani mempertahankan kegiatan tanam dan menjaga produktivitas sawah selama musim kemarau.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
10 Sumur Bor untuk Sawah Terdampak Kekeringan
Penentuan lokasi pembangunan sumur bor dilakukan berdasarkan survei dan pemetaan kebutuhan air. Sumur ditempatkan pada sejumlah titik strategis, termasuk area dengan topografi lebih tinggi, agar distribusi air dapat menjangkau lahan persawahan secara lebih merata.
Penyediaan sumber air di dekat lahan pertanian menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Dengan adanya sumur bor, petani diharapkan memiliki akses terhadap sumber air yang lebih dekat untuk mendukung aktivitas pertanian.
Kementerian PU memilih pembangunan sumur bor karena pembangunan saluran irigasi dari Sungai Tulang Bawang menuju persawahan belum memungkinkan dilakukan saat ini. Jarak sungai yang mencapai sekitar lima kilometer dari area pertanian menjadi salah satu kendala penyediaan jaringan irigasi langsung.
Melalui infrastruktur sumber daya air di tingkat lahan, pemerintah berupaya menekan dampak kekeringan terhadap kegiatan pertanian. Sepuluh sumur bor itu juga disiapkan untuk membantu petani melanjutkan kegiatan tanam meskipun menghadapi kondisi kemarau.
Pernyataan Menteri PU soal Kekeringan
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan air bagi lahan pertanian merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga keberlangsungan aktivitas petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Target swasembada pangan 2026, InsyaAllah tetap kita kejar. Saya akan lebih fokus pada persoalan kekeringan. Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan air petani, karena dampaknya bukan hanya bagi masyarakat di satu daerah, tetapi bagi ketahanan pangan Indonesia. Kita harus hadir dan memastikan sawah-sawah mendapatkan air,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan fokus Kementerian PU pada penyediaan air bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Dukungan infrastruktur dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lokasi, termasuk keterbatasan akses terhadap sumber air permukaan.
Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Pembangunan 10 sumur bor di Lampung menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah musim kemarau. Sumber air alternatif tersebut diharapkan dapat membantu lahan sawah tetap memperoleh pasokan air dan mendukung musim tanam padi berikutnya.
Langkah itu sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mencapai swasembada pangan. Pemerintah menempatkan penyediaan air bagi sawah sebagai salah satu kebutuhan penting agar aktivitas petani dapat terus berjalan.
Di Desa Penawar Baru, pembangunan sumur bor diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengairan lahan seluas 15 hektare dari sekitar 150 hektare Lahan Baku Sawah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Tulang Bawang. Dengan penyelesaian seluruh konstruksi pada 16 Oktober 2026, sumur-sumur tersebut kini siap digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















