Headline.co.id, Sleman ~ Kebakaran lahan terjadi di Dawukan RT 3, Tegaltirto, Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum pelaksanaan salat Jumat. Kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran lahan kering yang kemudian merambat ke semak-semak kering di sekitarnya. Kapolsek Berbah AKP Fitriyanto Heri Nugroho, S.H., M.H., memastikan api telah berhasil dipadamkan. Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan kosong selama musim kemarau karena kondisi vegetasi kering dan angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api hingga mengancam permukiman warga.
Api Berawal dari Pembakaran Lahan Kering
Kapolsek Berbah AKP Fitriyanto Heri Nugroho menjelaskan, kebakaran tersebut bermula dari aktivitas pembakaran lahan kering sekitar pukul 10.00 WIB.
Api yang awalnya digunakan untuk membakar lahan kemudian merambat ke semak-semak kering sehingga menyebabkan kebakaran meluas ke vegetasi di sekitarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada Headline.co.id, kondisi lahan yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar.
Meski demikian, Fitriyanto memastikan kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan.
“Alhamdulillah sudah padam,” ujar AKP Fitriyanto Heri Nugroho saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Polisi Ingatkan Bahaya Membakar Lahan saat Kemarau
Menanggapi kejadian tersebut, Fitriyanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau.
Menurutnya, aktivitas pembakaran lahan kosong berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan apabila dilakukan ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Terlebih, embusan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api dari satu titik ke lokasi lainnya. Semak-semak dan material kering juga menjadi bahan yang mudah terbakar.
Kapolsek Berbah secara khusus mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan kosong untuk mencegah kejadian serupa.
“Jangan membakar lahan kosong,” imbaunya.
Waspadai Kebakaran yang Berpotensi Mengancam Permukiman
Fitriyanto menekankan bahwa risiko kebakaran lahan tidak hanya terbatas pada area yang dibakar. Api berpotensi menjalar ke lingkungan sekitar, termasuk kawasan permukiman apabila tidak terkendali.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan bahaya pembakaran lahan kering, terutama ketika angin bertiup kencang.
“Jangan sampai mengenai rumah penduduk,” tegasnya.
Peristiwa kebakaran lahan di Dawukan, Tegaltirto, Berbah, tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas pembakaran di area terbuka.
Polisi berharap warga menghindari pembakaran lahan kosong sebagai langkah pencegahan agar api tidak merembet ke semak-semak maupun kawasan permukiman penduduk.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















