Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengapresiasi capaian Kementerian Agama (Kemenag) selama dua tahun pelaksanaan Asta Cita. Apresiasi itu disampaikan dalam Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Asta Cita di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (19/10/2026). Syahganda menilai capaian Kemenag mencakup penguatan agama sebagai pemersatu bangsa, pembentukan budaya antikorupsi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penyampaian capaian tersebut dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.
Tiga Capaian Kemenag yang Disoroti Bakom
Syahganda mengatakan, tiga hal menjadi perhatian Bakom dalam paparan Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama jajaran Kemenag. Capaian pertama adalah peningkatan peran agama sebagai alat persatuan nasional.
“Dari Bakom, kami sangat mengapresiasi tiga hal yang saya catat tadi. Pertama, Bapak Menteri Agama dan jajarannya telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional,” ujar Syahganda.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, capaian yang disampaikan Kemenag menunjukkan kontribusi agama dalam memperkuat kehidupan berbangsa. Peran agama sebagai pemersatu dinilai menjadi salah satu bagian penting dari hasil kerja Kemenag selama dua tahun Asta Cita.
Syahganda kemudian menyoroti upaya Kemenag menjadikan agama sebagai kekuatan untuk membebaskan masyarakat dari budaya korupsi. Ia menilai nilai-nilai agama dapat membangun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan menjaga integritas.
“Yang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” ungkapnya.
Ia mengatakan paparan Kemenag memperlihatkan bagaimana agama dapat mendorong masyarakat menjauhi perilaku koruptif. Menurut Syahganda, upaya tersebut terus dikerjakan Menteri Agama melalui penguatan peran agama dalam kehidupan masyarakat.
“Saya lihat tadi bagaimana agama itu bisa meyakinkan orang-orang untuk menjadi orang yang bersih dari korupsi,” tuturnya.
Pembelajaran Jarak Jauh dan Beasiswa
Capaian ketiga yang diapresiasi Bakom adalah kontribusi Kemenag dalam pembangunan kualitas manusia dan sumber daya manusia. Syahganda menyebut pembelajaran jarak jauh serta beasiswa sebagai contoh program yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.
“Yang ketiga, agama itu ikut berperan serta dalam memajukan pembangunan manusia dan sumber daya manusia, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, capaian Kemenag disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta jajarannya. Syahganda hadir untuk mendampingi Menteri Agama dan jajaran dalam penyampaian hasil kerja dua tahun pemerintahan.
Ia berharap keterbukaan informasi itu dapat membantu media memperoleh penjelasan mengenai program-program pemerintah. Pada saat yang sama, media diharapkan menjadi saluran penyampaian masukan untuk perbaikan layanan kepada umat.
Bakom Dorong Keterbukaan Informasi Publik
Syahganda menegaskan, penyampaian capaian dua tahun Asta Cita merupakan bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat.
“Penyampaian keberhasilan ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan dan keterbukaan informasi publik,” tegasnya.
Menurut Syahganda, pemerintah berkewajiban membuka informasi mengenai pekerjaan dan hasil yang telah dicapai. Kewajiban itu berkaitan dengan penggunaan anggaran yang bersumber dari masyarakat, termasuk melalui pajak.
Ia menjelaskan, kementerian dan lembaga akan menyampaikan hasil kerja dua tahun pemerintahan melalui sejumlah saluran. Penyampaian dilakukan melalui pertemuan langsung dengan wartawan, siaran pers, serta pemberitaan di media massa.
Selain menjadi forum pemaparan capaian, konferensi pers tersebut juga menjadi ruang untuk menerima tanggapan atas pelaksanaan program pemerintah. Syahganda berharap media menyampaikan keluhan masyarakat dan persoalan yang masih membutuhkan penanganan, termasuk yang berkaitan dengan layanan Kementerian Agama.
“Respons dari teman-teman media adalah hal yang kami harapkan untuk kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan pemerintah,” katanya.
Syahganda menambahkan, masukan dari media diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia berharap keterbukaan informasi sekaligus tanggapan media dapat mendukung perbaikan layanan Kemenag kepada umat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















