Headline.co.id, Bantul ~ Seorang bocah berinisial H (11) meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain bersama delapan temannya di Sungai Bedog, Dusun Gonjen, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/10/2026). Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam air oleh salah seorang temannya sekitar pukul 13.30 WIB. Teman-teman korban sempat menarik tubuh H ke tepi sungai dan meminta pertolongan warga. Namun, berdasarkan pemeriksaan petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan adanya anak tenggelam dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
“Peristiwa itu terjadi pada Kamis siang. Korban diketahui sedang bermain di Sungai Bedog bersama teman-temannya setelah pulang sekolah,” kata Rita dalam keterangannya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kronologi Bocah 11 Tahun Ditemukan Tenggelam di Sungai Bedog
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula ketika korban bersama delapan temannya pergi ke Sungai Bedog sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mendatangi sungai setelah pulang sekolah dengan tujuan bermain sekaligus memancing.
Sekitar satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 13.30 WIB, salah seorang teman korban berinisial A melihat H sudah dalam keadaan tertelungkup di dalam air, tepatnya di sisi timur sungai.
Mengetahui kondisi tersebut, A bersama teman-temannya berusaha memberikan pertolongan dengan menarik tubuh korban menuju tepi sungai di sisi barat. Mereka kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar.
Teriakan tersebut didengar oleh RB (46), seorang warga yang juga merupakan orang tua dari salah satu teman korban. RB segera mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya anak yang membutuhkan pertolongan.
Sesampainya di lokasi, RB mendapati korban sudah terbaring di tepi sungai. Ia kemudian memeriksa kondisi tubuh korban untuk mengetahui apakah masih terdapat tanda-tanda kehidupan.
“Saksi kemudian memeriksa kondisi korban dan mendapati denyut nadi di leher sudah tidak teraba. Dari hidung dan mulut korban juga keluar cairan berbusa,” ujar Rita.
Polisi dan Tim Medis Periksa Kondisi Korban
Petugas Polsek Kasihan yang dipimpin Perwira Pengawas AKP Tono Wibowo tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 WIB.
Pemeriksaan terhadap korban selanjutnya dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Kasihan I bersama tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin Aipda Yuli Suryadi.
Dari hasil pemeriksaan fisik, petugas menemukan luka bekas benturan berukuran sekitar 2 x 1 sentimeter pada bagian pelipis kiri korban. Meski ditemukan luka tersebut, petugas tidak mendapati tanda-tanda penganiayaan pada tubuh H.
Selain itu, pemeriksaan menunjukkan pupil mata korban sudah tidak memberikan respons dan detak jantung tidak terdeteksi.
Ketika tubuh korban dimiringkan, cairan keluar dari hidung dan mulut. Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan yang mengarah pada peristiwa tenggelam.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan tim Inafis, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas Rita.
Keluarga Menerima Kejadian sebagai Musibah
Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, pihak keluarga menyatakan menerima meninggalnya H sebagai musibah.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.
Peristiwa yang menimpa bocah berusia 11 tahun tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan perairan, khususnya sungai.
Aktivitas bermain maupun memancing di sungai memiliki risiko tenggelam sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan, terutama terhadap anak-anak yang belum mampu mengenali potensi bahaya di sekitar lokasi bermain.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















