Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

70.890 Balita Alami ISPA di Wilayah Karhutla, DPR Desak Perlindungan Kesehatan Pernapasan

Saddam by Saddam
1 hour ago
in Bencana
Reading Time: 6 mins read
410 13
A A
0
kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla

kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla (Dok foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Ancaman terhadap kesehatan pernapasan akibat efek karhutla menjadi perhatian serius setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 70.890 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Data yang dihimpun selama 20 Agustus hingga 20 Oktober 2026 tersebut menunjukkan jumlah kumulatif kasus ISPA mencapai 314.124 kasus di 65 kabupaten/kota. Ketua DPR RI Puan Maharani pada Rabu (21/10/2026) mendesak pemerintah memperkuat perlindungan anak melalui pelayanan kesehatan, penyediaan fasilitas medis, dan dukungan pemulihan. Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat paparan kabut asap berisiko mengganggu kesehatan anak, terutama balita yang memiliki sistem pernapasan belum berkembang sempurna.

Contents

    • 0.1. 314 Ribu Kasus ISPA Melanda Wilayah Karhutla, Lebih dari 70 Ribu Balita Jadi Korban
    • 0.2. Gempa Malang Hari Ini Jadi Sorotan, BMKG Minta Warga Terapkan Drop, Cover, and Hold On
  • 1. Kasus ISPA Tembus 314 Ribu, Lebih dari 70 Ribu Menyerang Balita
  • 2. IDAI Ungkap Bahaya Partikel PM2.5 bagi Pernapasan Anak
  • 3. DPR Dorong Ruang Udara Bersih untuk Lindungi Anak
  • 4. Kemenkes Siapkan Rumah Oksigen dan Bantuan Medis
  • 5. Kemenkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Persoalan kesehatan pernapasan akibat efek karhutla tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya jumlah pasien ISPA, tetapi juga risiko gangguan kesehatan jangka panjang pada anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa partikel berbahaya dalam kabut asap dapat menembus saluran pernapasan hingga bagian terdalam paru-paru, sehingga perlindungan kelompok rentan perlu dilakukan sebelum muncul gejala penyakit.

You might also like

paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

314 Ribu Kasus ISPA Melanda Wilayah Karhutla, Lebih dari 70 Ribu Balita Jadi Korban

22 October 2026
Gempa Malang Hari Ini Guncang Selatan Jawa Timur

Gempa Malang Hari Ini Jadi Sorotan, BMKG Minta Warga Terapkan Drop, Cover, and Hold On

14 September 2026

Dalam menghadapi ancaman kesehatan pernapasan akibat efek karhutla, pemerintah didorong untuk tidak hanya mengandalkan pengobatan setelah masyarakat jatuh sakit. Penyediaan ruang berudara bersih, pengawasan kesehatan anak, serta pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi paparan asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah terdampak.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Kasus ISPA Tembus 314 Ribu, Lebih dari 70 Ribu Menyerang Balita

Berdasarkan laporan Kemenkes hingga 20 Oktober 2026, sebanyak 314.124 kasus ISPA tercatat secara kumulatif di tujuh provinsi terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, 243.234 kasus atau sekitar 77,4 persen dialami kelompok usia di atas lima tahun.

Sementara itu, sebanyak 70.890 kasus atau sekitar 22,6 persen terjadi pada anak usia 0–5 tahun. Kemenkes juga mencatat 3.269 kasus ISPA di wilayah terdampak pada Selasa (20/10/2026).

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 82.177 kasus, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 78.894 kasus.

Kalimantan Barat mencatat 55.686 kasus, Riau 36.433 kasus, Kalimantan Timur 27.688 kasus, dan Kalimantan Tengah 26.740 kasus.

Tingginya angka tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang memiliki kerentanan lebih besar terhadap paparan polusi udara.

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai langkah perlindungan dan pemulihan kesehatan bagi anak-anak terdampak kabut asap.

“Pemerintah perlu menjawab keadaan tersebut dengan keputusan yang memberi kepastian bahwa keselamatan anak mendapat perhatian penuh dan dukungan tersedia selama dibutuhkan,” kata Puan dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).

Menurut Puan, pemerintah perlu menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas utama dalam penanganan dampak kesehatan akibat karhutla.

“Perlindungan anak dari kabut asap yang ditimbulkan Karhutla harus menjadi komitmen nasional,” ujarnya.

Puan juga mendorong pemerintah membebaskan biaya pengobatan bagi korban karhutla serta memastikan ketersediaan peralatan medis yang memadai.

IDAI Ungkap Bahaya Partikel PM2.5 bagi Pernapasan Anak

Ancaman kesehatan akibat kabut asap turut mendapat perhatian IDAI. Organisasi profesi tersebut menilai anak-anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan karena kondisi fisiologis mereka berbeda dengan orang dewasa.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa bayi, balita, dan anak dengan penyakit penyerta membutuhkan perlindungan khusus selama bencana kabut asap berlangsung.

“Anak adalah kelompok yang paling rentan dalam bencana kabut asap, namun sering kali suaranya tidak terdengar,” ujar Piprim dalam siaran pers IDAI, Senin (19/10/2026).

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Fifi Sofiah, menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung berbagai partikel dan senyawa berbahaya yang dapat mengganggu fungsi saluran pernapasan.

Salah satu ancaman utama berasal dari partikel PM2.5 yang berukuran sangat kecil sehingga mampu menjangkau bagian terdalam paru-paru.

“Partikel inilah yang paling berbahaya bagi anak, terutama PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron—jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia—sehingga dapat menembus saluran napas terdalam hingga alveoli dan bahkan masuk ke aliran darah,” ujar Fifi.

Menurutnya, paparan partikel berbahaya tersebut dapat memicu peradangan saluran pernapasan. Jika berlangsung berulang dalam jangka panjang, kondisi itu berpotensi mengganggu perkembangan dan fungsi paru-paru anak.

Kerentanan anak semakin tinggi karena frekuensi pernapasan mereka lebih cepat, ukuran saluran napas lebih sempit, dan sistem kekebalan tubuh masih berkembang.

IDAI juga mengingatkan orangtua untuk mengenali tanda kegawatan pernapasan, seperti tarikan dinding dada saat bernapas, bibir membiru, hingga penurunan kesadaran.

DPR Dorong Ruang Udara Bersih untuk Lindungi Anak

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menilai perlindungan kesehatan masyarakat tidak boleh menunggu seluruh kebakaran hutan dan lahan berhasil dipadamkan.

“Artinya, perlindungan kesehatan tidak harus menunggu sampai api padam,” tegas Charles dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto pada 16 Oktober 2026.

Charles mendorong pemerintah pusat dan daerah menyediakan tempat perlindungan dengan udara bersih atau Clean Air Shelters bagi masyarakat terdampak.

Fasilitas tersebut dapat memanfaatkan gedung pertemuan, gelanggang olahraga, maupun fasilitas publik lainnya yang dilengkapi penyaring udara.

Menurutnya, fasilitas perlindungan diperlukan terutama bagi kelompok rentan, termasuk balita, ibu hamil, dan lanjut usia.

“Kita tidak bisa hanya mengobati masyarakat yang sakit, sementara mereka masih terus terpapar asap berbahaya,” ujar Charles.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Siaga Bencana IDAI, Dimas Dwi Saputro, menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dalam melindungi anak-anak dari paparan kabut asap.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga garda terdepan perlindungan anak,” ungkap Dimas.

Ia mendorong sekolah menyiapkan prosedur evakuasi, mengenali gejala gangguan pernapasan pada siswa, dan melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi masuknya polutan ke ruang belajar.

Kemenkes Siapkan Rumah Oksigen dan Bantuan Medis

Di tengah meningkatnya kasus gangguan kesehatan, pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah penanganan di wilayah terdampak karhutla.

Berdasarkan data Kemenkes per 20 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB, Kalimantan Tengah memiliki 295 rumah oksigen, disusul Kalimantan Selatan dengan 127 unit dan Kalimantan Barat sebanyak 35 unit.

Pemerintah juga memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, dan tenaga sanitasi untuk memperkuat pelayanan di daerah terdampak.

Selama periode 19 Agustus hingga 20 Oktober 2026, Kemenkes telah mendistribusikan 1.001.680 masker bedah dan 89.050 masker N95.

Bantuan lainnya meliputi peralatan oksigen, obat-obatan, serta perlengkapan medis yang dibutuhkan fasilitas kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga memerintahkan pengiriman tambahan masker dan peralatan medis ke provinsi terdampak.

“Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” tegas Budi.

Selain itu, Kemenkes menyiagakan kader posyandu untuk memantau kesehatan kelompok rentan, termasuk balita, ibu hamil, dan lansia, melalui kunjungan langsung ke masyarakat.

Kemenkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak karhutla untuk membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan kabut asap.

“Tetap di rumah, bekerja atau bersekolah secara online bila memungkinkan, kecuali bagi pekerja lapangan atau layanan publik,” kata Aji.

Bagi masyarakat yang harus keluar rumah, penggunaan masker yang sesuai menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.

“Masker disarankan jenis N95 atau KN95. Kalau tidak ada, bisa menggunakan masker medis atau masker kain secara berlapis. Gunakan dengan benar, rapat menutup hidung dan mulut,” ujarnya.

Aji juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, dan beristirahat cukup.

Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dan kondisinya semakin memburuk diminta segera mencari pertolongan medis.

“Apabila mengalami gangguan kesehatan yang terus memburuk, segera ke dokter atau fasyankes terdekat,” pungkas Aji.

Sementara itu, Puan memastikan pimpinan DPR akan menghimpun hasil pengawasan komisi-komisi terkait untuk mengawal kebijakan dan dukungan pemerintah dalam menangani dampak karhutla.

“Dan tentunya perlindungan anak yang tetap terjaga sepanjang penanganan Karhutla harus menjadi komitmen kita bersama. Kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga masa depan anak-anak,” kata Puan.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Bahaya Partikel PM2.5Ikatan Dokter Anak IndonesiaIspakarhutlaKementerian Kesehatankesehatan pernapasan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

314 Ribu Kasus ISPA Melanda Wilayah Karhutla, Lebih dari 70 Ribu Balita Jadi Korban

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran...

Gempa Malang Hari Ini Guncang Selatan Jawa Timur

Gempa Malang Hari Ini Jadi Sorotan, BMKG Minta Warga Terapkan Drop, Cover, and Hold On

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Malang ~ Gempa Malang hari ini yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur pada...

pusat gempa berada di laut, sekitar 160 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang

Gempa Malang Hari Ini M 5,0, BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Episenter

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Malang ~ Gempa Malang hari ini berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang dan sekitarnya pada Senin (14/9/2026)...

Gempa Malang Hari Ini M 5,0

Gempa Malang Hari Ini, BMKG Ungkap Penyebab dan Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

by Saddam
14 September 2026
0

Headline.co.id, Malang ~ Gempa Malang hari ini mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur pada Senin...

Anggaran Mitigasi Bencana Diminta Diperkuat

Prabowo Siapkan Drone Water Bombing, Bisa Angkut hingga 50 Kilogram Air

by Saddam
8 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah menyiapkan drone berkapasitas besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air untuk membantu...

Rencana Prabowo untuk Karhutla

Kapal Induk Garibaldi Bisa Tampung 10 Helikopter, Ini Rencana Prabowo untuk Karhutla

by Saddam
8 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Prabowo Subianto menyiapkan kapal induk Giuseppe Garibaldi sebagai salah satu aset pendukung penanganan kebakaran hutan dan...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Tanjung Perak Jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL

Tanjung Perak Jadi Pelabuhan Uji Coba Penertiban Kendaraan ODOL

13 October 2026
Cegah Kecelakaan, Satlantas Tabalong Ingatkan Pengendara Tertib Berlalu Lintas

Satlantas Tabalong Intensifkan Imbauan Keselamatan Lalu Lintas di Jalan Raya

24 August 2026
Pemimpin Jambi Serukan Generasi Muda Menjaga Semangat Juang di Peringatan Pertempuran Simpang Tiga Sipin

Pemimpin Jambi Serukan Generasi Muda Menjaga Semangat Juang di Peringatan Pertempuran Simpang Tiga Sipin

30 December 2025
Atribut Pramuka: Simbol Kehormatan dan Peran Vital

Atribut Pramuka: Lambang Kebanggaan dan Fungsi Penting

10 August 2024
Gempa Magnitudo 3.2 Mengguncang Pacitan, Jawa Timur

Gempa Magnitudo 3.2 Mengguncang Pacitan, Jawa Timur

28 December 2025
Program Polisi Cinta Petani di Pekanbaru Dukung Ketahanan Pangan

Program Polisi Cinta Petani di Pekanbaru Dukung Ketahanan Pangan

14 May 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 4,4 Guncang Kuta Selatan, Bali

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Kuta Selatan, Bali, Warga Diminta Tetap Tenang

7 August 2026

Artikel Terbaru

Polda Jateng Ungkap Judi Togel, 10 Tersangka Ditangkap

22 October 2026
Hari Santri Nasional 2026

15 Ucapan Hari Santri Nasional 2026 Penuh Makna, Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial

22 October 2026
Menag: Jaga Keamanan dan Privasi Data Adalah Bagian dari Ukhuwah

Keamanan Data Pribadi Jadi Fokus IPLS 2026 di Masjid Istiqlal

22 October 2026
Walisson Maia Tak Mau Cari Alasan dan Ajak Alihkan Fokus Laga Berikutnya di Kandang

Arema FC Kalah 1-5 dari Persija, Walisson Maia Minta Maaf

22 October 2026
Berita Terkini

Pelajar Sambas Diajak Bijak Bermedia Digital dan Tolak Narkoba

22 October 2026
Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

22 October 2026
Hari Santri 2026 Peringatan Ke-12

Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas 2045

22 October 2026

Popular Story

Kemenkes Wanti-Wanti Bahaya Kabut Asap Karhutla bagi Kesehatan Mata
Kesehatan

Kemenkes Ungkap Bahaya Kabut Asap Karhutla bagi Kesehatan Mata

by Redaksi Jateng
17 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat mengenai bahaya kabut asap kebakaran...

Read moreDetails

KemenPPPA Minta Pemda Integrasikan Pelindungan Anak Digital

Indonesia-Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Beasiswa

Kapolda dan Wakapolda NTT Turun Atur Lalu Lintas Pagi

Narkotika Jenis Liquid di Manado Diungkap, Dua Tersangka Diamankan

Persib Vs Persik: Marc Klok Bidik Tiga Poin di Liga

Motocross Grasstrack Lumajang Promosikan Wisata dan UMKM

BSSN Dorong Migrasi Kriptografi Pasca-Kuantum Hadapi Q-Day

Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 Dorong Promosi Digital

Lahan UIII Depok Dikaji Ulang, Kemenag Verifikasi Data Warga

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.