Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah memperluas layanan kesehatan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) selama dua tahun kerja Kabinet Merah Putih. Hingga 18 Oktober 2026, lebih dari 109 juta warga telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), sementara penanganan tuberkulosis (TBC), peningkatan kapasitas rumah sakit daerah, dan pemenuhan dokter spesialis terus dilakukan. Program tersebut menyasar masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan, kepulauan, serta lingkungan sekolah untuk memperkuat deteksi dini dan pemerataan akses kesehatan. Percepatan layanan dilakukan melalui pemeriksaan gratis, skrining aktif berbasis teknologi, modernisasi rumah sakit, dan penguatan tenaga medis.
Pemerintah mencatat puluhan rumah sakit umum daerah (RSUD) Tipe D telah ditingkatkan menjadi Tipe C dan beroperasi penuh. Peningkatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan rujukan, terutama bagi masyarakat di wilayah terluar dan kepulauan yang membutuhkan fasilitas medis lebih dekat dan memadai.
109 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu program utama dalam percepatan transformasi layanan kesehatan. Hingga 18 Oktober 2026, lebih dari 109 juta warga telah menjalani pemeriksaan tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program CKG juga diperluas ke lingkungan sekolah. Langkah ini ditujukan untuk mendorong deteksi dini masalah kesehatan sejak usia anak sekaligus memperkuat layanan promotif dan preventif.
Perluasan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan bersamaan dengan peningkatan fasilitas kesehatan dan pemenuhan tenaga medis. Pemerintah menempatkan penguatan layanan dasar sebagai bagian dari upaya mengurangi kesenjangan akses kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur kesehatan melalui pembangunan dan modernisasi rumah sakit.
“Dan saya katakan bahwa kita akan bangun dan modernisasi 350 rumah sakit dalam 3 tahun yang akan datang. Rakyat, masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran rumah sakit ini. Saya akan alokasikan biaya yang cukup besar untuk pelayanan kesehatan,” ujar Presiden dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Penanganan TBC Diperkuat dengan Skrining Aktif
Selain memperluas pemeriksaan kesehatan, pemerintah memperkuat penanggulangan TBC melalui penemuan kasus dan pemberian pengobatan. Hingga 18 Oktober 2026, tercatat 656.517 kasus TBC ditemukan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 589.346 kasus atau sekitar 90 persen telah mendapatkan pengobatan. Sementara itu, penerima terapi pencegahan TBC tercatat sebanyak 257.659 orang.
Skrining aktif dilakukan dengan dukungan teknologi digital X-ray. Pemerintah juga melibatkan kader kesehatan melalui Kampung Siaga TBC untuk memperkuat penemuan kasus di masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan TBC, mulai dari menemukan kasus hingga memastikan pasien memperoleh pengobatan. Pelibatan kader juga ditujukan untuk mendukung pelaksanaan skrining di tengah masyarakat.
22 RSUD Ditingkatkan Menjadi Tipe C
Di sektor layanan rujukan, peningkatan kelas 22 RSUD merupakan bagian dari target 66 RSUD Tipe D yang akan ditingkatkan menjadi Tipe C. Program ini diharapkan menambah kapasitas pelayanan rumah sakit daerah, khususnya di wilayah terluar dan kepulauan.
Penguatan layanan rujukan juga dilakukan melalui pembangunan dan modernisasi rumah sakit. Komitmen tersebut diarahkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat kehadiran fasilitas kesehatan yang lebih memadai di wilayahnya.
Pemerintah turut memperkuat ketersediaan dokter spesialis melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit. Angkatan pertama program itu telah lulus dan disiapkan untuk mendukung pelayanan di wilayah prioritas.
Masyarakat Apresiasi Fasilitas Rumah Sakit
Peningkatan layanan kesehatan mendapat apresiasi dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan penghargaan atas kehadiran fasilitas rumah sakit yang lebih dekat dan memadai.
“Terima kasih buat Bapak Presiden telah memberikan fasilitas rumah sakit terbaik dan memberikan kami rumah sakit terdekat,” ungkap salah seorang warga.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. Penguatan fasilitas, deteksi dini, penanganan TBC, serta ketersediaan dokter spesialis menjadi agenda penting untuk mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















