Headline.co.id, Malang ~ Arema FC menghadapi masalah kepercayaan dan kerja sama tim setelah menelan kekalahan pada pekan kelima Liga 1. Persoalan tersebut dibedah mantan manajer Arema 2011, Sunavip Ra Indrata dari Malang Post, bersama jurnalis Malang Times, Hendra, dalam podcast resmi klub. Evaluasi itu disampaikan menjelang laga pekan keenam melawan Persija Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026. Menurut analisis dalam podcast tersebut, Arema FC perlu membenahi komunikasi internal dan pendekatan kepada pemain dalam waktu persiapan yang hanya sekitar empat hingga lima hari.
Indrata menilai Arema FC kehilangan dua aspek penting di dalam pertandingan, yakni kepercayaan atau trust dan kerja sama tim atau teamwork. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan keputusan pelatih Marcos Santos dalam menentukan komposisi pemain.
“Pelatih terkesan memaksakan komposisi pemain yang tidak pas dengan skemanya, serta menempatkan beberapa pilar di luar posisi aslinya,” ujar Indra.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut analisis itu, keputusan tersebut membuat pola permainan Arema FC lebih mudah dibaca lawan. Masalah terutama terlihat di sektor gelandang bertahan yang dinilai rapuh setelah absennya figur petarung seperti Dewangga dan Betinho.
Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi keseimbangan permainan Singo Edan. Penempatan pemain yang tidak sesuai posisi disebut membuat alur permainan Arema FC tidak berjalan optimal, sementara lawan lebih mudah membaca arah serangan.
Hendra juga menyoroti jarak antar-lini Arema FC yang terlalu jauh saat pertandingan. Menurut dia, kondisi itu muncul setelah para pemain terlalu percaya diri seusai mencetak gol cepat melalui Blade pada menit kelima dalam laga pekan kelima melawan Garudayaksa.
Kepercayaan diri yang berlebihan tersebut disebut berdampak pada koordinasi antarpemain. Ketika jarak antar-lini melebar, pertahanan Arema FC menjadi lebih rentan menghadapi perubahan permainan dan serangan balik lawan.
Komunikasi dan Respons Taktis Jadi Sorotan
Selain persoalan komposisi, komunikasi antarpemain juga menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Kurangnya komunikasi dinilai memperburuk organisasi permainan Arema FC, khususnya ketika tim harus menghadapi serangan balik.
Lambatnya pelatih membaca perubahan situasi dan strategi dari pinggir lapangan juga disebut menjadi faktor yang memperparah rapuhnya pertahanan. Masalah itu membuat Arema FC dinilai kesulitan merespons perubahan permainan secara cepat.
Dengan waktu persiapan menuju laga pekan keenam yang hanya berkisar empat hingga lima hari, jajaran kepelatihan disarankan tidak hanya berfokus pada pembenahan taktik. Evaluasi menyebut aspek psikologis dan hubungan interpersonal pemain juga perlu mendapat perhatian.
Pendekatan tersebut dipandang penting untuk mengembalikan kenyamanan bermain. Hal ini terutama berlaku bagi para pemain muda yang dinilai lebih rentan mengalami tekanan mental akibat hasil minor pada awal musim.
Peran Asisten Pelatih dan Pemain Senior
Dalam upaya membangun kembali komunikasi di dalam tim, masukan dari asisten pelatih lokal dan pemain senior dinilai perlu didengarkan. Siswantoro dan Doni Suherman disebut dapat membantu menjembatani hubungan psikologis antarpemain.
Peran serupa juga diharapkan datang dari pemain senior seperti Jhon Al Farizi dan Dendi Santoso. Pengalaman serta kedekatan mereka dengan rekan-rekan satu tim dinilai bisa membantu menciptakan komunikasi yang lebih intens.
Tim pelatih didesak untuk berani melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada pemain. Cara tersebut diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan diri sekaligus memperkuat kembali kerja sama tim sebelum menghadapi Persija Jakarta.
Evaluasi ini menempatkan persoalan nonteknis sebagai bagian penting dari persiapan Arema FC. Pembenahan komunikasi dianggap tidak kalah penting dibandingkan perubahan strategi karena masalah di lapangan dinilai juga dipengaruhi oleh hubungan dan koordinasi antarpemain.
Laga Persija vs Arema Diprediksi Jadi Perang Mental
Pertandingan Persija Jakarta melawan Arema FC pada pekan keenam diprediksi berlangsung dalam tekanan tinggi. Kedua tim sama-sama disebut menelan kekalahan pada laga sebelumnya sehingga pertandingan tersebut tidak hanya menjadi duel taktik, tetapi juga ujian mental.
Tekanan diperkirakan meningkat karena laga akan diwarnai kehadiran suporter The Jakmania dan Aremania. Dukungan sekaligus tuntutan dari kedua kelompok suporter tersebut dinilai dapat menambah beban psikologis pemain di lapangan.
Podcast resmi Arema FC ditutup dengan prediksi skor yang berbeda dari kedua analis. Hendra memperkirakan pertandingan berakhir imbang 2-2. Sementara itu, Indra memprediksi Arema FC dapat kalah 0-2 apabila Marcos Santos tidak segera mengubah penempatan pemain yang dinilai bermasalah.
Kritik tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi terhadap kondisi Arema FC. Analisis dalam podcast itu menegaskan bahwa pembenahan kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama tim dibutuhkan agar Singo Edan dapat kembali ke jalur kemenangan.
Podcast selengkapnya dapat disaksikan melalui kanal YouTube aremafcofficialtv.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















