Headline.co.id, Palu ~ Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengalihkan pembelajaran siswa jenjang TK hingga SMP menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026. Kebijakan ini diberlakukan setelah kualitas udara Palu masih berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyampaikan keputusan tersebut pada Minggu (18/10/2026) di Lapangan Faqih Rasyid, Kota Palu. Selain mengalihkan pembelajaran, pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.
Hadianto mengatakan, kondisi kualitas udara di Kota Palu memang menunjukkan penurunan konsentrasi partikulat dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut masih tergolong kurang baik dan tidak sehat sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.
“Kondisi udara masih tergolong kurang baik dan tidak sehat. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam ruangan apabila merasa kurang sehat,” ujar Hadianto.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat tertinggi dalam pengamatan tujuh harian tercatat pada 16 Oktober 2026. Saat itu, konsentrasi PM1 mencapai 245 mikrogram per meter kubik (µg/m³), PM2.5 sebesar 251 µg/m³, dan PM10 mencapai 249 µg/m³.
Sementara itu, hasil pemantauan pada Minggu (18/10/2026) mencatat konsentrasi PM1 sebesar 153 µg/m³. Konsentrasi PM2.5 berada pada angka 160 µg/m³, sedangkan PM10 mencapai 162 µg/m³.
Dalam rilis pemantauan tersebut, PM2.5 dikategorikan sangat tidak sehat. Adapun PM10 berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi cuaca saat pemantauan dilaporkan cerah berawan.
Meskipun angka konsentrasi partikulat pada 18 Oktober lebih rendah dibandingkan catatan tertinggi pada 16 Oktober, Pemerintah Kota Palu tetap menilai kualitas udara belum kembali normal. Karena itu, imbauan penggunaan masker ditujukan bagi warga yang melakukan aktivitas di luar rumah maupun mereka yang merasa kurang sehat ketika berada di dalam ruangan.
Pembelajaran TK hingga SMP dialihkan selama tiga hari
Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan anak-anak, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pembelajaran daring bagi siswa jenjang TK hingga SMP.
Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin hingga Rabu, 19–21 Oktober 2026. Selama masa penerapan PJJ, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah.
Hadianto menjelaskan, keputusan mengalihkan pembelajaran diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak-anak. Pemerintah juga memperhatikan masukan yang disampaikan orang tua dan masyarakat terkait kondisi kualitas udara di Kota Palu.
“Anak-anak sekolah tetap mengikuti proses belajar mengajar, namun pelaksanaannya dialihkan secara daring selama tiga hari ke depan. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kesehatan anak-anak kita serta memperhatikan masukan dari orang tua dan masyarakat,” jelasnya.
Pengalihan pembelajaran tersebut tidak menghentikan proses belajar mengajar, melainkan mengubah pelaksanaannya dari tatap muka menjadi daring selama periode yang telah ditetapkan.
Puskesmas dan rumah sakit disiapkan
Selain meminta warga mengenakan masker, Hadianto mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kondisi udara agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Pemerintah Kota Palu menyatakan seluruh Puskesmas dan rumah sakit siap memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak kondisi udara.
“Pemerintah Kota Palu memastikan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit siap memberikan pelayanan terbaik serta perhatian khusus bagi warga yang terdampak kondisi udara saat ini,” tegas Hadianto.
Pemerintah Kota Palu terus memantau perkembangan kualitas udara. Pemerintah berharap kondisi tersebut segera kembali normal agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan optimal.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















