Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung pengiriman dai dan mubaligh Dompet Dhuafa ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta sejumlah negara. Dukungan itu disampaikan dalam diskusi bersama perwakilan Dompet Dhuafa di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Program tersebut ditujukan untuk memperkuat dakwah Islam moderat, termasuk melalui pembinaan keagamaan selama Ramadan dan pelayanan bagi diaspora Indonesia. Dompet Dhuafa berencana mengirim dai ke 15 negara pada Februari-Maret 2027.
Dalam pertemuan itu, perwakilan Dompet Dhuafa menyampaikan sejumlah negara yang menjadi tujuan pengiriman dai, di antaranya Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Korea, dan Filipina. Selain menyasar masyarakat di luar negeri, pengiriman dai juga diarahkan ke wilayah 3T di Indonesia.
“Saya berikan dukungan, ya kegiatan-kegiatan Dompet Dhuafa mengirim mubaligh ke daerah wilayah 3T, dan akan dikembangkan lagi mengirim mubaligh ke negara-negara yang lain,” ujar Nasaruddin.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengiriman dai diarahkan untuk memperkuat Islam moderat
Nasaruddin menilai pengembangan dakwah yang mengedepankan moderasi penting bagi Indonesia. Menurut dia, Islam moderat perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari karakter bangsa sekaligus menjadi pendekatan dalam memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat.
Karena itu, Menag meminta Dompet Dhuafa dan para pemangku kepentingannya menjadikan moderasi sebagai landasan dalam kegiatan dakwah. Ia menegaskan, moderasi yang dimaksud tidak berada pada posisi liberal maupun radikal.
“Maka itu saya minta kepada rekan-rekan Dompet Dhuafa dan stakeholders-nya, kita menjunjung tinggi Islam moderat. Moderat artinya bukan liberal, tapi juga bukan radikal,” tuturnya.
Dukungan terhadap program pengiriman dai ke wilayah 3T dan luar negeri tersebut menjadi bagian dari dorongan untuk memperluas jangkauan pelayanan keagamaan. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi berbagai pihak dalam mengembangkan dakwah yang mencerminkan karakter Indonesia.
Rencana pengiriman dai ke 15 negara
Dalam rencana yang disampaikan kepada Menag, Dompet Dhuafa akan mengirim dai ke 15 negara pada Februari-Maret 2027. Kegiatan itu direncanakan berlangsung untuk mendukung pembinaan keagamaan selama Ramadan serta melayani kebutuhan masyarakat diaspora Indonesia.
Negara tujuan yang disebut dalam diskusi meliputi Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Korea, dan Filipina. Namun, bahan diskusi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut tidak merinci seluruh 15 negara tujuan.
Nasaruddin berharap pengiriman dai dapat memperkenalkan pemahaman Islam dari Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia menyebut dakwah moderat memiliki arti penting agar Indonesia dapat berkontribusi dalam memberikan pemahaman keagamaan yang mencerahkan.
“Ini penting supaya nanti orang belajar Islam dari Indonesia,” kata Menag.
Sinergi KBRI dan Masjid Istiqlal
Selain membahas penguatan moderasi beragama, Menag menekankan pentingnya sinergi dalam pelayanan keagamaan bagi mahasiswa dan diaspora Indonesia di luar negeri. Pelayanan tersebut membutuhkan dukungan sejumlah pihak agar pembinaan keagamaan masyarakat Indonesia di mancanegara dapat berjalan.
Dalam konteks itu, Nasaruddin menyinggung peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Masjid Istiqlal sebagai mitra strategis. Keduanya disebut dapat mendukung pembinaan serta pelayanan keagamaan bagi mahasiswa dan diaspora Indonesia di luar negeri.
Melalui pengiriman dai ke wilayah 3T dan berbagai negara, Dompet Dhuafa diharapkan dapat memperluas pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat penyebaran dakwah Islam moderat. Program tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter Islam Indonesia kepada masyarakat di dalam maupun luar negeri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















