Headline.co.id, Jakarta ~ Kompetisi Film Islami (KFI) 2026 menetapkan empat film sebagai pemenang dalam ajang yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Pengumuman tersebut disampaikan di Jakarta pada Selasa (13/10/2026). Kompetisi bertema “Keluarga Sakinah-Maslahat: Menguatkan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas” itu digelar untuk mendorong penyampaian pesan keagamaan melalui karya film kreatif. Pesan yang diangkat terutama berkaitan dengan pentingnya membangun keluarga yang sakinah dan maslahat.
Daftar Pemenang Kompetisi Film Islami 2026
Film Ruang Keluarga dari Jawa Tengah meraih juara pertama Kompetisi Film Islami 2026. Juara kedua diraih Skenario Sakinah dari Jawa Timur, sedangkan posisi juara ketiga ditempati Qawwam – Dua Pilar Satu Rumah dari Jawa Tengah.
Adapun kategori terfavorit diberikan kepada film Keluarga Jalur Langit dari Jawa Timur. Keempat film tersebut menjadi karya yang dinilai mampu membawa pesan sesuai dengan tema kompetisi, yakni penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai dan piagam elektronik atau e-piagam. Juara pertama mendapatkan Rp10 juta, juara kedua Rp7 juta, dan juara ketiga Rp5 juta.
Sementara itu, pemenang kategori terfavorit menerima hadiah Rp2 juta. Seluruh pemenang juga mendapatkan e-piagam sebagai bentuk apresiasi atas karya yang dihasilkan.
Pesan Keagamaan Disampaikan melalui Film
Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Muhammad Hanafi menyampaikan apresiasi kepada para sineas yang telah berpartisipasi dalam Kompetisi Film Islami 2026. Ia menilai karya-karya yang dihadirkan membawa pesan inspiratif dan sarat makna.
“Selamat kepada seluruh pemenang Kompetisi Film Islami (KFI) 2026 dengan tema ‘Keluarga Sakinah-Maslahat: Menguatkan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas’,” ujar Muchlis di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Kepala Subdirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Wida Sukmawati mengatakan, perkembangan media digital memberikan peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut Wida, film tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan. Film juga dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman, membangun kesadaran masyarakat, serta memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga keharmonisan keluarga.
Ia mengatakan, pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami apabila dikemas melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat film memiliki ruang untuk menjangkau berbagai kalangan.
Film sebagai Media Dakwah
Wida menegaskan, penyampaian dakwah tidak terbatas pada mimbar. Perkembangan konten digital memungkinkan pesan keagamaan hadir dalam berbagai bentuk, termasuk film dan video pendek.
“Dakwah tidak selalu disampaikan melalui mimbar. Hari ini, dakwah juga bisa hadir melalui film, video pendek, dan berbagai konten digital yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kami berharap kompetisi ini melahirkan karya-karya yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman,” kata Wida.
Ia berharap Kompetisi Film Islami dapat mendorong lebih banyak sineas menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, film dapat menjadi salah satu media dakwah yang efektif untuk memperkuat nilai-nilai keislaman.
Melalui karya-karya tersebut, pesan tentang keharmonisan keluarga dan pentingnya membangun ketahanan keluarga diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang kreatif. Kompetisi Film Islami juga diharapkan terus menjadi ruang bagi sineas untuk menghadirkan karya yang relevan dengan tantangan zaman dan tema kehidupan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















