Headline.co.id, Jakarta ~ Polisi menemukan sejumlah obat di kamar indekos tempat seorang pria berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Obat tersebut ditemukan saat petugas memeriksa lokasi kejadian setelah korban ditemukan dalam kamar yang terkunci. Hingga kini, kepolisian belum memastikan kaitan obat-obatan itu dengan penyebab kematian MF. Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, polisi menemukan tiga jenis obat di kamar kos tersebut, yakni satu botol obat ChLorofrm Lem Aclyric, satu botol Super Rush, dan satu botol Vanessa Co. Informasi itu disampaikan Nasriadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Obat di kamar kos belum dikaitkan dengan penyebab kematian
“Terdapat beberapa obat seperti satu botol obat ChLorofrm Lem Aclyric, satu botol Super Rush dan satu botol Vanessa Co,” kata Nasriadi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Nasriadi menjelaskan, Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Dari pemeriksaan awal tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh MF.
Meski demikian, hasil pemeriksaan awal itu belum dapat menjelaskan penyebab pasti kematian korban. Kepolisian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit untuk mengetahui kondisi yang menyebabkan MF meninggal dunia.
“Korban telah dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Nasriadi.
Dengan demikian, temuan obat di kamar kos belum menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian MF. Polisi juga belum mengungkap keterkaitan masing-masing obat dengan kondisi korban saat ditemukan.
Kakak korban khawatir karena sulit dihubungi
Korban ditemukan setelah kakaknya, Fani, meminta bantuan seorang pengantar makanan bernama Haidir Muhammad. Fani memesan makanan untuk dikirim ke tempat indekos MF sekaligus meminta pengantar tersebut memastikan kondisi adiknya.
Menurut Nasriadi, Fani mengambil langkah itu karena MF sebelumnya sempat mengeluhkan sakit dan sulit dihubungi. Kekhawatiran tersebut mendorong Fani untuk mengecek keadaan serta keberadaan adiknya melalui bantuan pengantar makanan dari layanan Gojek.
“Saudari Fani khawatir dan ingin mengecek keadaan serta keberadaan korban, sambil mengirim makanan melalui layanan Gojek,” tutur Nasriadi.
Haidir kemudian mendatangi alamat indekos MF. Namun, ia tidak mengetahui kamar yang ditempati korban. Untuk memastikan lokasi kamar, Haidir menghubungi Fani melalui panggilan video.
Setelah itu, Haidir meminta bantuan penjaga indekos bernama Nila untuk mengantarkan makanan ke kamar MF. Keduanya kemudian mendatangi kamar korban dan mengetuk pintu.
Pintu kamar korban terkunci dari dalam
Ketukan Haidir dan Nila tidak mendapat respons. Pada saat itu, pintu kamar MF diketahui dalam keadaan terkunci.
“Lalu Haidar dan Nila mengetuk pintu kamar korban, namun tidak direspons. Pintu kamar dalam keadaan terkunci,” kata Nasriadi.
Haidir dan Nila sempat berusaha membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena terdapat kunci yang tertancap dari dalam kamar.
Situasi itu membuat penjaga indekos dan Fani khawatir terhadap kondisi MF. Setelah mendapat persetujuan penjaga kos dan kakak korban, pintu kamar akhirnya dibuka secara paksa dengan cara didobrak.
“Karena merasa khawatir atas persetujuan penjaga kos dan kakak kandung korban, maka pintu kamar tersebut dibuka paksa dengan cara didobrak,” ujar Nasriadi.
Setelah pintu terbuka, MF ditemukan dalam posisi terlentang. Tubuh korban terbungkus kain berwarna hitam yang menyerupai kantong tidur atau sleeping bag.
“Sejenis sleeping bag (kain pembungkus untuk tidur di alam terbuka),” ujar Nasriadi.
Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria tersebut. Sementara itu, temuan satu botol ChLorofrm Lem Aclyric, satu botol Super Rush, dan satu botol Vanessa Co di kamar kos masih menjadi bagian dari informasi yang didalami dalam penanganan kasus ini.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















