Headline.co.id, Rote Ndao ~ Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipercepat pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap garam impor. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung progres pembangunan kawasan tersebut di Desa Matasio, Rote Ndao, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pembangunan K-SIGN berjalan sebagai bagian dari penguatan industri garam nasional berbasis potensi pesisir NTT. Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya menjaga kawasan dan menyelesaikan persoalan secara bersama.
Rombongan Menko Pangan tiba melalui Bandara D.C. Saudale, Ba’a, dan disambut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penyambutan ditandai dengan penyematan Topi Ti’i Langga dan pemakaian selimut adat Rote.
Setelah itu, rombongan menuju kawasan K-SIGN untuk melihat perkembangan pembangunan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri garam nasional. Kawasan tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi pesisir NTT sekaligus diarahkan untuk meningkatkan produksi garam dalam negeri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
K-SIGN Rote Ndao dan Ketahanan Pangan
Zulkifli Hasan mengatakan, proyek K-SIGN akan memberikan manfaat bagi masyarakat Rote Ndao dan perekonomian NTT. Peningkatan produksi garam nasional dinilai dapat memperkuat kemandirian sektor pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan garam impor.
“K-SIGN memberikan dampak besar bagi kemakmuran masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao. Tolong kawasan ini dijaga dengan baik. Jika ada persoalan, mari diselesaikan bersama. Pesan Bapak Presiden, jika garam kita diproduksi sendiri, maka manfaat ekonominya juga akan dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Zulkifli.
Ia menegaskan, pembangunan industri garam nasional juga menjadi langkah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya kelautan di dalam negeri. Dengan demikian, pengembangan K-SIGN tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga dengan penguatan potensi ekonomi wilayah pesisir.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto menandatangani testimoni pembangunan K-SIGN. Penandatanganan itu menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan proyek strategis tersebut.
Zulkifli Hasan menuliskan pesan, “Proyek ini untuk kemakmuran rakyat NTT, mari rawat bersama.” Sementara itu, Yandri Susanto menuliskan, “Garam Rakyat, Bangun Desa. Desa Bangun Indonesia.”
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Rote Ndao
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengatakan, pembangunan K-SIGN diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan produktivitas garam nasional, kawasan itu diharapkan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian lokal.
Menurut Paulus, pengembangan K-SIGN juga dapat memperkuat sektor kelautan dan pergaraman sebagai salah satu potensi unggulan Kabupaten Rote Ndao. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui industri garam yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kehadiran K-SIGN menjadi peluang besar bagi masyarakat Rote Ndao untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan industri garam yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Paulus.
Pemerintah berharap K-SIGN dapat memperkuat pasokan garam nasional sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia. Harapan itu mencakup peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Rangkaian Kunjungan Berlanjut ke Sumba Timur
Usai meninjau kawasan K-SIGN, rombongan melanjutkan perjalanan dari Bandara D.C. Saudale menuju Kabupaten Sumba Timur. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















