Headline.co.id, Padang Panjang ~ Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, menggelar gerakan Pekan Zero New Stunting pada 21–23 Juli 2026 untuk mencegah munculnya kasus stunting baru. Program ini menyasar kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, ibu dan balita peserta posyandu, kader kesehatan, hingga remaja putri dan pelajar SMP/SMA. Intervensi dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, praktik pembuatan makanan pendamping air susu ibu (MPASI), serta konsumsi Tablet Tambah Darah. Langkah tersebut ditempuh untuk memutus rantai penyebab stunting sejak hulu melalui pendekatan gizi dan kesehatan terpadu.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan, pencegahan stunting menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. Menurut dia, upaya membebaskan daerah dari ancaman stunting memiliki arti yang lebih mendasar daripada pembangunan fisik semata.
“Saya berharap dan berdoa semoga ke depan tidak ada lagi balita di Padang Panjang yang mengalami stunting. Ini merupakan komitmen kita bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting,” ujar Allex Saputra di Aula Mifan, Rabu (22/7/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Intervensi Stunting Menyasar Kelompok Rentan
Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Sonya Themiarto menjelaskan, rangkaian Pekan Zero New Stunting dilaksanakan selama tiga hari dengan jenis intervensi yang berbeda. Kegiatan dirancang untuk menjangkau kelompok prioritas dalam rentang usia yang beragam, mulai dari remaja putri hingga ibu hamil.
“Hari pertama diisi kelas edukasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ibu hamil. Hari kedua dilaksanakan edukasi dan demonstrasi pembuatan MPASI bagi ibu dan balita. Sedangkan hari ketiga diisi aksi minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri serta talkshow pencegahan anemia,” jelas Sonya Themiarto.
Pada hari pertama, ibu hamil mengikuti kelas edukasi dan Cek Kesehatan Gratis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi serta pendampingan kesehatan sejak masa kehamilan.
Hari kedua difokuskan pada edukasi dan demonstrasi pembuatan MPASI bagi ibu dan balita. Sementara itu, hari ketiga menyasar remaja putri melalui aksi minum Tablet Tambah Darah dan talkshow mengenai pencegahan anemia.
Peserta kegiatan juga mencakup kader kesehatan. Keterlibatan kader menjadi bagian dari intervensi yang diberikan secara menyeluruh, bersama ibu hamil, ibu balita posyandu, dan pelajar SMP/SMA.
Penanganan Stunting Membutuhkan Kolaborasi
Allex menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurut dia, pencegahan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, terutama dalam membenahi aspek gizi, sanitasi, dan pola asuh.
“Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika kita memiliki program nyata agar tidak ada lagi anak-anak kita yang stunting. Anak yang sehat, cerdas, dan tangguh merupakan pondasi utama bagi terwujudnya Padang Panjang yang maju,” kata Allex.
Ia juga mengajak seluruh pihak memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan stunting di Padang Panjang.
“Penanganan stunting membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak. Mari kita berikan yang terbaik untuk anak-anak kita agar lahir generasi yang tangguh dan bebas stunting,” pesannya.
Pemko Optimistis Tutup Celah Kasus Baru
Pemko Padang Panjang menempatkan pendampingan sejak usia remaja hingga masa kehamilan sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting. Rangkaian kegiatan tersebut menghubungkan intervensi bagi remaja putri, ibu hamil, ibu balita, serta kader kesehatan.
Melalui pendampingan menyeluruh itu, Pemko Padang Panjang optimistis dapat menutup celah munculnya kasus stunting baru di seluruh wilayah kelurahan. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















